Pembangunan Minimarket Makin Marak, Pasar Gunung Sari Kian Sepi

pasar gunung sari cirebon
Kondis Pasar Gunung Sari Cirebon yang kian sepi saat maraknya pembangunan minimarket di sekitar Pasar. Foto: Desti Viandari Rossa/Radar Cirebon.
0 Komentar

RADARCIREBON.ID — Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Cirebon menyampaikan kekecewaannya atas terbitnya izin pembangunan minimarket yang lokasinya tidak jauh dari Pasar Gunung Sari.

Mereka menilai kebijakan tersebut berpotensi merusak ekosistem perdagangan, khususnya bagi pedagang pasar tradisional.

Sekretaris APPSI Kota Cirebon, Yudi Arif, mengatakan bahwa seharusnya sebelum izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) diterbitkan oleh Dinas PUPR, pemerintah daerah terlebih dahulu mengajak asosiasi untuk berdiskusi.

Baca Juga:Kembali Mencuat, DPRD Soroti Dugaan Pungli Rekrutmen Tenaga Kerja di Cirebon TimurEfisiensi Anggaran, Disdik Cirebon Helat O2SN Serentak untuk Semua Jenjang

Hal ini mengingat sebelumnya sudah ada komitmen berupa moratorium perdagangan minimarket yang pernah ditandatangani oleh wali kota terdahulu.

Menurutnya, APPSI tidak menolak investasi, namun keberadaan minimarket yang terlalu dekat dengan pasar tradisional dinilai tidak adil bagi pedagang kecil.

Ia menegaskan bahwa ritel modern memiliki sistem distribusi yang lebih kuat dan ringkas, sehingga dari segi harga sangat sulit disaingi oleh pedagang pasar.

“Kami tidak menolak berinvestasi, tapi jangan sampai minimarket berdiri dekat dengan pasar tradisional. Karena suka atau tidak, pasti pasar tradisional akan sangat sulit bersaing dengan retail modern,” ujar Yudi.

APPSI juga mengaku telah menyampaikan persetujuan tersebut kepada Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUKMPP).

Bahkan, mereka menilai dinas terkait seharusnya bisa lebih berpihak pada perlindungan pasar tradisional, terlebih kepala dinas juga menjabat sebagai Dewan Pengawas PD Pasar.

Di sisi lain, kondisi pasar tradisional di Kota Cirebon disebut terus mengalami penurunan jumlah pedagang.

Baca Juga:Kena Linggis, Diserok Granat, Ditemukan saat Warga Lemahwungkuk Bikin Saluran AirPerkuat Layanan Jamaah Haji Lansia 

Di Pasar Gunung Sari misalnya, dari sekitar 280 pedagang kini hanya tersisa sekitar 80 pedagang aktif.

Penurunan serupa juga terjadi di pasar lain seperti Pasar Kanoman yang jumlah pedagangnya turun dari sekitar 1.500 menjadi 700–800 orang.

APPSI menilai, salah satu penyebab utama penurunan ini adalah menjamurnya ritel modern di Kota Cirebon.

Mereka mengingatkan bahwa sebelumnya, sekitar tahun 2016–2018, pemerintah daerah sempat menerapkan moratorium penerbitan minimarket.

Namun saat ini jumlah ritel modern justru meningkat pesat, dari sekitar 80 gerai menjadi lebih dari 130, dan bahkan disebut-sebut berpotensi bertambah hingga 200.

Padahal, menurut APPSI, pasar tradisional memiliki kontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

0 Komentar