RADARCIREBON.ID – Kondisi Pasar Gunung Sari atau Gunungsari Trade Centre (GTC) di Kota Cirebon kian memprihatinkan.
Pasar yang dulunya ramai dengan aktivitas jual beli, kini mengalami penurunan signifikan dari segi jumlah pedagang maupun pengunjung.
Dari sekitar 280 pedagang yang pernah aktif, kini hanya tersisa sekitar 80 pedagang yang masih bertahan.
Baca Juga:Burger Aldi Taher Dimana? Ini Lokasi dan Menu Unik Aldi's Burger yang ViralHarga Terbaru iPhone 13 Pro Max 2026: Dari Baru Hingga Bekas, Lengkap Semua Varian!
Fenomena ini menjadi gambaran nyata lesunya aktivitas pasar tradisional di tengah berbagai tantangan yang terus berkembang.
Meski lokasi pasar tergolong strategis karena berada di pinggir jalan utama, kondisi tersebut tidak cukup untuk menarik kembali minat pengunjung seperti beberapa tahun lalu.
Salah satu pedagang, Adam Purnama, mengungkapkan bahwa perubahan kondisi pasar sangat terasa dalam beberapa tahun terakhir.
Banyak pedagang yang memilih meninggalkan kios mereka dan beralih profesi karena sepinya pembeli.
“Banyak teman-teman pedagang yang akhirnya memilih berhenti karena sudah tidak bisa bertahan dengan kondisi pasar yang semakin sepi,” ujarnya.
Menurutnya, sejumlah faktor menyebabkan menurunnya aktivitas di Pasar Gunung Sari.
Salah satunya adalah akses masuk yang terbatas, dimana hanya terdapat satu pintu keluar-masuk, sehingga menyulitkan mobilitas pengunjung.
Selain itu, keberadaan pedagang di luar area pasar juga turut memengaruhi jumlah pengunjung yang masuk ke dalam gedung.
Baca Juga:Cari Mobil Listrik Murah? Berikut 4 Rekomendasi Mobil Listrik di Bawah Rp200 Juta yang Cocok Dipakai HarianJangan Sampai Ketinggalan! Catat Jadwal dan Harga Tiket Konser Avenged Sevenfold Jakarta 2026!
Tampilan fisik gedung pasar yang kurang mencerminkan suasana pasar tradisional juga menjadi kendala tersendiri.
Banyak masyarakat yang tidak menyadari bahwa bangunan GTC tersebut masih difungsikan sebagai pasar.
Kondisi serupa juga disampaikan oleh Sekretaris Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Cirebon, Yudi Arif.
Ia menyebutkan bahwa penurunan jumlah pedagang tidak hanya terjadi di Pasar Gunung Sari, tetapi juga di pasar-pasar lain di Kota Cirebon.
“Penurunan jumlah pedagang ini sudah terjadi di banyak pasar, bukan hanya di sini. Ini menunjukkan adanya perubahan besar dalam pola perdagangan,” jelasnya.
Yudi menambahkan bahwa kondisi tersebut berdampak langsung pada perputaran ekonomi di pasar.
Aktivitas yang semakin sepi membuat daya beli menurun, sehingga pedagang kesulitan untuk mempertahankan usahanya.
Meskipun berbagai tantangan terus dihadapi, para pedagang yang tersisa masih berupaya bertahan dengan harapan kondisi pasar dapat kembali membaik.
