Beban Operasional Meningkat, Kenaikan Harga Pertamina Dex dan Ancaman Kemarau Panjang

Petugas DPKP Kota Cirebon
CEK RUTIN: Petugas DPKP Kota Cirebon mengecek peralatan untuk memastikan kesiapan operasional saat menghadapi situasi darurat. FOTO: CECEP NACEPI/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Pemerintah resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamina Dex dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter pada pekan lalu. Lonjakan harga yang signifikan ini berdampak pada berbagai sektor, termasuk Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cirebon yang operasional armadanya bergantung pada BBM jenis tersebut.

Kondisi ini semakin krusial karena tahun 2026 diprediksi mengalami musim kemarau yang lebih panjang dan panas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Situasi tersebut berpotensi meningkatkan frekuensi kebakaran, sehingga kebutuhan operasional pemadam kebakaran dipastikan ikut meningkat.

Sekretaris DPKP Kota Cirebon, Hanry David, mengakui kenaikan harga BBM berdampak langsung terhadap perhitungan anggaran dinasnya. Ia menjelaskan, perubahan harga Pertamina Dex akan memengaruhi kebutuhan pembiayaan operasional, meskipun kebijakan tersebut masih tergolong baru diterapkan.

Baca Juga:Jalan Sehat HUT Ke-544 Cirebon, Jigus Sebut Olahraga Jalan Kaki Sudah CukupIPB Cirebon Bekali Mahasiswa Tembus ke Jepang lewat Get Ready for Japan 2026

“Kalau perhitungan dasar berubah, pasti akan berpengaruh. Namun, ini baru diterapkan. Kami berharap kebijakan ini tidak berlangsung lama dan harga bisa kembali normal,” ujarnya.

Hanry menambahkan, apabila kondisi kenaikan harga BBM bertahan hingga pertengahan tahun, pihaknya akan melakukan evaluasi ulang terhadap kebutuhan anggaran guna memastikan layanan tetap berjalan optimal hingga akhir tahun.

“Kalau kondisi ini berlanjut, tentu kami akan menghitung ulang kebutuhan, termasuk potensi kekurangan anggaran agar operasional tetap berjalan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa layanan pemadam kebakaran merupakan pelayanan dasar yang wajib dipenuhi pemerintah kepada masyarakat, sehingga tidak boleh terganggu meski di tengah tekanan anggaran.

“Damkar ini pelayanan dasar. Kita harus memberikan jaminan kepada masyarakat. Mau tidak mau, harus tetap dipenuhi,” tegasnya.

Di tengah keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi yang tengah dijalankan Pemerintah Kota Cirebon, DPKP berupaya mencari solusi alternatif. Salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta, khususnya dalam penyediaan suplai air melalui mobil tangki.

Menurut Hanry, langkah tersebut dapat mengurangi intensitas pergerakan armada pemadam kebakaran sehingga konsumsi BBM bisa ditekan.

Baca Juga:Pengajuan Sengketa Informasi MeningkatKrisis Air Baku, PDAM Tirta Jati Cirebon Jajaki Kerja Sama Penyulingan Air Laut

“Kami akan mencoba bekerja sama dengan berbagai pihak untuk penyediaan air melalui mobil tangki. Dengan begitu, mobil damkar tidak perlu terlalu sering bergerak sehingga bisa menghemat bahan bakar,” jelasnya.

0 Komentar