RADARCIREBON.ID – Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) Rahayu yang berada di bawah Dinas Sosial Kota Cirebon terus menunjukkan perannya dalam melayani berbagai kebutuhan masyarakat, khususnya terkait bantuan sosial (bansos).
Hingga saat ini, layanan pengaduan tetap berjalan aktif dan menjadi salah satu pintu utama masyarakat dalam menyampaikan keluhan maupun mencari informasi.
Kepala Bidang terkait menjelaskan bahwa pelayanan di SLRT Rahayu mencakup berbagai hal, mulai dari pengecekan bansos, pengaduan perubahan desil, hingga usulan terkait BPJS.
Baca Juga:Prediksi Bhayangkara FC vs Persib Bandung, Hati-hati Rekor Tandang Maung BandungAudiensi Tak Capai Kesepakatan, KOMPI Siap Kembali Gelar Aksi Penolakan
Seluruh layanan tersebut masih berfokus pada persoalan bantuan sosial yang menjadi kebutuhan utama masyarakat saat ini.
Salah satu isu yang paling banyak dikeluhkan masyarakat adalah perubahan desil.
Perubahan ini berdampak langsung pada status penerima bantuan, sehingga tidak sedikit warga yang sebelumnya mendapatkan bantuan kini justru tidak lagi terdaftar sebagai penerima.
“Yang paling banyak urgent pelayanan itu yang tadinya desilnya 1 sampai 4 sekarang udah 6 sampai 10,” ujarnya.
Saat ini, jumlah peserta BPJS yang masuk dalam kategori desil 1 sampai 4 di Kota Cirebon mencapai sekitar 120 ribu orang.
Namun, untuk penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) tahap pertama, baru sekitar 26 ribu penerima yang terealisasi.
Kondisi ini membuat banyak masyarakat datang untuk mengadukan nasib mereka yang berubah, terutama mereka yang sebelumnya menerima bantuan namun kini tidak lagi mendapatkannya.
Baca Juga:Drama Kursi Pelatih Real Madrid: Klopp Minta Keleluasaan Waktu, Syaratnya Bikin Dilema Besar di Bernabeu!Kasus Campak Meningkat, Dinkes Cirebon Tetapkan 4 Kecamatan Berstatus KLB
Menariknya, menurutnya, masyarakat yang sebelumnya tidak menerima bantuan lalu kini mendapatkannya cenderung tidak menyampaikan laporan.
Sebaliknya, pengaduan justru didominasi oleh warga yang merasa dirugikan akibat perubahan status tersebut.
Dalam sehari, jumlah pengaduan yang masuk ke SLRT Rahayu bisa mencapai hingga 200 aduan.
Angka ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses informasi dan penyelesaian masalah terkait bansos.
Untuk menangani tingginya jumlah pengaduan tersebut, Dinas Sosial telah menempatkan sejumlah petugas di lokasi layanan.
Petugas tersebut berasal dari bidang perlindungan dan jaminan sosial (Linjamsos), bagian customer service, hingga petugas layanan langsung.
Selain itu, tersedia tiga unit komputer di bagian depan yang dapat digunakan masyarakat untuk melakukan pengecekan data secara mandiri.
