Mengubah Jelantah Jadi Berkah, Cerita Baznas Cirebon di Usia 25 Tahun: Gedung Baru Diresmikan, Inovasi Sosial

gedung baru Baznas Kabupaten Cirebon
GUNTING PITA: Wakil Bupati Cirebon H Agus Kurniawan Budiman menggunting pita tanda peresmian gedung baru Baznas Kabupaten Cirebon. FOTO: ISTIMEWA/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Cirebon tahun ini terasa istimewa. Bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Cirebon ke-544, Baznas tidak hanya menggelar perayaan penuh khidmat, tetapi juga menandai tonggak penting melalui peresmian gedung baru serta peluncuran program inovatif berbasis pemberdayaan masyarakat: pengelolaan minyak jelantah.

Peresmian gedung baru yang berlokasi di komplek Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon menjadi simbol transformasi kelembagaan Baznas menuju tata kelola zakat yang lebih modern, profesional, dan berdampak luas.

Gedung ini diharapkan menjadi pusat pelayanan zakat yang representatif, sekaligus ruang kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat ekosistem filantropi Islam di daerah.

Baca Juga:Akibat Abaikan Aspek HukumKasus Kekerasan terhadap Perempuan di Kota Cirebon Meningkat di Tahun 2026, Penyebabnya Faktor Ekonomi

Ketua Baznas Kabupaten Cirebon Ahmad Zaini Dahlan, menegaskan bahwa peresmian kantor baru bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari komitmen besar dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

“Gedung ini adalah simbol semangat baru. Kami ingin menghadirkan pelayanan zakat yang lebih mudah diakses, transparan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata,” ujarnya.

Perayaan HUT ke-25 ini juga dihadiri sejumlah tokoh nasional dan ulama terkemuka, di antaranya KH Aqil Siroj dan KH Zamzami Amin, yang memberikan tausiah serta doa untuk kemajuan Baznas dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Cirebon.

Dari sisi pemerintah daerah, Wakil Bupati Cirebon H Agus Kurniawan Budiman menyampaikan bahwa keberadaan Baznas memiliki posisi strategis dalam mendukung program pembangunan daerah, khususnya dalam pengentasan kemiskinan.

“Sinergi antara pemerintah daerah dan Baznas harus terus diperkuat. Dengan pengelolaan zakat yang baik, kita bisa menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan oleh pimpinan Baznas RI, Nayla Saida Anwar, yang menekankan bahwa zakat bukan hanya instrumen ibadah, tetapi juga kekuatan ekonomi umat.

“Baznas memiliki peran strategis dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Melalui pengelolaan yang tepat, zakat dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif dan berkeadilan,” tegasnya.

Baca Juga:Momentum Penguatan Tata Kelola dan Kesiapsiagaan SosialProtes Minimarket Baru, Lokasi Dekat Pasar Gunungsari, Pedagang Taksir Jumlah Tembus 200 Unit pada 2026

Tidak berhenti pada peresmian gedung, Baznas Kabupaten Cirebon juga menghadirkan terobosan program unggulan berupa pengelolaan minyak jelantah.

0 Komentar