Cerita Yanto-Sudarso pada Event Ultra Cycling Mangewu Mangatus

Cerita Yanto-Sudarso pada Event Ultra Cycling Mangewu Mangatus
SUKSES CAPAI FINISH: Yanto S Utomo (kanan) dan Sudarso menjadi satu-satunya pairing yang finish di event Ultra Cycling Mangewu Mangatus. Foto: Yuda Sanjaya/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID- Menanjak dengan elevasi 5.000 meter dan jarak tempuh 500 kilometer. Rute menentukan sendiri dan harus finish sebelum 45 jam. Begitulah gambaran event Ultra Cycling Mangewu Mangatus yang kali ini digelar di Cirebon.

Pasangan ultra cyclist Yanto S Utomo dan Sudarso menjadi satu-satunya pairing yang finish di event Ultra Cycling Mangewu Mangatus. Dalam ultra cycling atau balap ketahanan, pairing merupakan kategori di mana dua orang bersepeda sebagai tim. Keduanya harus sinkron dalam kecepatan, strategi, dan stamina sepanjang balapan.

Event Ultra Cycling Mangewu Mangatus merupakan salah satu yang unik, karena menyajikan tantangan berbeda. Peserta harus menempuh jarak 500 kilometer, sekaligus menyelesaikan elevasi 5.000 meter dalam waktu di bawah 45 jam. Yanto dan Sudarso sendiri berhasil menyelesaikan dalam waktu 23 jam saja.

Baca Juga:Pelaksanaan Haji Terkendali, Bus Sholawat Siap Layani Jamaah 24 Jam di MakkahKeluarga Minta Pelaku Dihukum Mati, Yakin Ririn dan Priyo Pelaku Pembunuhan di Paoman

Sudarso mengungkapkan, ini adalah event ultra cycling pertama baginya. Keikutsertaannya juga terbilang mendadak. “Jadi Pak Yanto harusnya pairing dengan William, tetapi mendadak sakit. Jadi H-1 tanpa persiapan apa-apa, saya menggantikan,” tuturnya, Senin (4/5/2026).

Dia mengaku sangat berkesan mengikuti event ini. Sebab dengan tantangan 5.000 meter elevasi dan 500 kilometer jarak tempuh, peserta harus menentukan rute sendiri. “Jadi kita bikin rute dulu sendiri, setelah itu dilaporkan ke panitia. Nah, di perjalanan kita dipantau pakai tracker supaya tidak keluar rute itu,” bebernya.

Selain mengikuti rute yang sudah dibuat, check point juga harus urut. Yang pertama ada di Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka. Check point kedua di Kota Banjar, dan check poin ketiga di Pejagan, Kabupaten Brebes.

Di samping check point ada yang harus dikelilingi, tetapi tidak harus urut. Yang pertama Setu Patok, Waduk Darma, Jembatan Cirahong, dan jembatan gantung di sekitar Ciamis. “Tantangannya, harus finish bareng, di semua check point bareng dan di semua parkour juga harus bareng,” katanya.

Karena pairing, tentu kerjasama tim menjadi faktor keberhasilan yang sangat penting. Sudarso mengaku di hari pertama dirinya mengalami ngantuk berat. Bahkan harus tidur dua kali.

Di hari kedua, giliran rekannya Yanto yang ngantuk. Sehingga berganti-gantian untuk berjaga. “Jadi nahan ngantuk, kalau capek juga tidak boleh ngeluh karena nanti bisa mempengaruhi mood pairing,” tuturnya.

0 Komentar