Pelaksanaan Haji Terkendali, Bus Sholawat Siap Layani Jamaah 24 Jam di Makkah

Pelaksanaan Haji Terkendali
MAKSIMAL: Bus Sholawat beroperasi 24 jam dengan armada yang ramah lansia dan disabilitas. Foto: KEMENHAJ
0 Komentar

RADARCIREBON.ID- JAKARTA- Penyelenggaraan ibadah haji 2026 telah memasuki hari ke-14 masa operasional. Secara umum, proses pemberangkatan, kedatangan, serta pergerakan jamaah dari Madinah menuju Makkah berjalan lancar, tertib dan berada dalam pengawasan petugas di seluruh titik layanan.

Berdasar data hingga Minggu (3/5/2026), operasional haji menunjukkan progres yang baik dan terkendali. Sekitar 192 kloter dengan total 74.652 jamaah dan 765 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Dari jumlah tersebut, 184 kloter dengan 71.362 jamaah dan 733 petugas telah tiba di Madinah.

Sementara itu, pergerakan jamaah dari Madinah ke Makkah terus berlangsung secara bertahap. Hingga saat ini, sebanyak 36 kloter dengan 14.503 jamaah dan 148 petugas telah tiba di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib serta mempersiapkan diri menuju puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Baca Juga:Skandal Cinta Wakil Ketua DPRD, Qorib: Nonaktifkan Dulu sampai Kasusnya Terang-benderangKasus Selingkuh Istri Kuwu Kedungjaya, Hasan: Klien Kami Ajukan Gugatan karena Sering Terjadi Perselisihan

Seluruh proses mobilisasi jamaah dilakukan secara terkoordinasi dengan pengawalan petugas guna memastikan aspek kenyamanan, keamanan, dan keselamatan selama perjalanan. Dari sisi layanan kesehatan, secara kumulatif tercatat sebanyak 6.823 jemaah menjalani rawat jalan. Sebanyak 117 jamaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan 141 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS), dengan 59 jamaah masih dalam perawatan hingga saat ini.

Adapun total jamaah wafat tercatat sebanyak 7 orang, yang sebagian besar disebabkan oleh serangan jantung dan radang paru-paru. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan bahwa seluruh jamaah yang wafat akan mendapatkan hak badal haji.

Dalam rilis resmi, Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff menyampaikan bahwa secara umum penyelenggaraan haji berjalan sesuai rencana dan terus menunjukkan peningkatan kualitas layanan. “Alhamdulillah, seluruh proses operasional haji berjalan lancar dan terkendali. Kami terus memastikan setiap jamaah mendapatkan layanan terbaik, mulai dari keberangkatan, kedatangan, hingga mobilisasi antar kota suci dengan pengawalan petugas yang optimal,” ujar Maria, kemarin.

Maria juga menegaskan bahwa pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap kelompok rentan, termasuk lansia, disabilitas, dan perempuan. “Kami menghadirkan berbagai kemudahan layanan, termasuk Bus Sholawat yang beroperasi 24 jam dengan armada ramah lansia dan disabilitas. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mewujudkan layanan haji yang inklusif dan berkeadilan,” tambahnya.

0 Komentar