RADARCIREBON.ID – Perempatan jalan di depan Sumur Ketandan, kawasan Kesepuhan, Kota Cirebon, kini tak lagi tergenang saat hujan. Setelah bertahun-tahun mengalami masalah drainase tersumbat, perbaikan akhirnya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui dinas terkait.
Perbaikan dilakukan menjelang kunjungan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), dalam rangka kegiatan Kirab Budaya Jawa Barat 2026 yang dijadwalkan berlangsung pekan depan. Pengerjaan dimulai pada Senin (4/5/2026) guna mengantisipasi genangan air di ruas jalan tersebut.
Salah satu pekerja di lokasi, Arwandi, mengatakan perbaikan difokuskan pada saluran air dari bak kontrol menuju saluran utama yang mengalami penyumbatan.
Baca Juga:Mengubah Jelantah Jadi Berkah, Cerita Baznas Cirebon di Usia 25 Tahun: Gedung Baru Diresmikan, Inovasi Sosial60 Ribu Warga Nganggur, Serapan Tenaga Kerja Sektor Manufaktur Tembus 12 Ribu
“Pengerjaan dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Kami menangani aliran dari bak kontrol ke saluran utama yang tersumbat akibat material pipa yang rusak dan tumpukan sampah,” ujarnya.
Menurutnya, perbaikan dilakukan dengan menggali saluran yang rusak, mengganti material lama, serta membersihkan sampah yang menyumbat aliran air.
Pihaknya menargetkan pengerjaan rampung dalam waktu lima hari atau paling lambat Jumat mendatang.
“Diharapkan setelah perbaikan ini tidak ada lagi genangan saat hujan,” katanya.
Sebelumnya, kondisi drainase yang tersumbat menyebabkan kawasan tersebut kerap tergenang air karena tidak memiliki jalur pembuangan yang lancar.
Lurah Kesepuhan, Deny Rochman, mengungkapkan persoalan genangan air di lokasi tersebut telah berlangsung lama, bahkan sebelum dirinya menjabat.
“Sudah lebih dari empat tahun. Saat hujan, air menggenang seperti kolam. Kami sempat melakukan normalisasi secara swadaya, tetapi hasilnya belum optimal,” ujarnya.
Baca Juga:Penguatan Spirit Pendidikan yang Memanusiakan ManusiaKolaborasi PGIS dan Pemkot Bersihkan Kalibaru
Ia menambahkan, pihak kelurahan pernah mengajukan perbaikan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon, namun terkendala keterbatasan anggaran.
“Kami sudah mengusulkan, tetapi belum bisa direalisasikan karena keterbatasan anggaran. Akhirnya kami melakukan penanganan sementara secara mandiri,” katanya.
Perbaikan drainase ini akhirnya mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat setelah dibahas dalam rapat persiapan Kirab Budaya.
“Dalam rapat tersebut, persoalan drainase ini menjadi perhatian utama. PU Jawa Barat kemudian turun langsung untuk melakukan perbaikan,” pungkasnya. (cep)
