Inter Milan tidak memulai musim dengan status unggulan mutlak. Mereka bahkan sempat mendapat kritik tajam setelah musim sebelumnya berakhir tanpa gelar. Chivu melihat momen tersebut sebagai titik balik penting bagi tim.
Bagi Chivu, momen ini bukan sekadar gelar juara. Ia pernah merasakan euforia serupa sebagai pemain, namun kini berdiri di sisi lapangan sebagai pelatih. Ia menjadi sosok langka dalam sejarah Inter yang mampu meraih Scudetto sebagai pemain dan pelatih, mengikuti jejak Armando Castellazzi.
“Scudetto ke-21 adalah bab penting dalam sejarah klub ini,” ujar Chivu dalam pernyataan resmi yang dikutip dari laman resmi klub.
Baca Juga:Satbinmas Polres Indramayu Ajak Masyarakat Hidupkan Kembali SatkamlingDamkar Indramayu Bersama TNI Jalin Kerja Sama, Ada Apa?
Ia tak lupa menyoroti perjalanan tim yang penuh dinamika sepanjang musim. Mulai dari tekanan, hasil buruk, hingga keraguan dari luar, semuanya berhasil dilalui dengan kerja keras. “Ini seperti maraton. Ada pasang surut, tapi pada akhirnya tim yang paling konsisten akan menang. Untungnya, itu adalah kami,” katanya. (mid)
