Pelayanan Uji KIR Dikeluhkan Warga, Dishub Cirebon Berdalih Gangguan Sistem

Diyanto SSos
KLARIFIKASI: Kasi Pengujian Sarana pada Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dishub Kabupaten Cirebon, Diyanto SSos memberikan penjelasan terkait lamanya proses uji KIR, kemarin. FOTO : SAMSUL HUDA/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID -Pelayanan Uji KIR di Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon dikeluhkan warga. Keluhan pun viral di media sosial melalui akun Facebook bernama Bahrul Ulum. Bahkan menjadi perbincangan para netizen.

Dalam unggahannya, ia mengeluhkan lamanya proses perpanjangan KIR, mulai dari pendaftaran hingga penerbitan hasil uji kendaraan.

“Dimulai dari pendaftaran harus menunggu hampir tiga jam hanya untuk mendapatkan nomor antrean, padahal kendaraan yang antre tidak banyak. Belum lagi antre pemeriksaan kendaraan dan menunggu hasil KIR yang bisa sampai seharian,” tulisnya.

Baca Juga:Baznas Salurkan Bantuan Rp160 Juta kepada 1.143 Penerima Manfaat15 Warung Remang-remang di Dukuh Semar Cirebon Dibongkar

Ia juga mengaku, banyak juga rekannya yang mengeluhkan hal serupa yakni, lamanya proses perpanjangan KIR di kabupaten Cirebon.

“Semoga ada evaluasi biar kedepannya proses perpanjangan KIR di kabupaten Cirebon tidak memakan waktu yang lama,” lanjutnya.

Sementara itu, Kasi Pengujian Sarana pada Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dishub Kabupaten Cirebon, Diyanto SSos, membenarkan adanya kendala teknis saat pelayanan berlangsung.

Menurutnya, pelayanan uji kendaraan saat ini sepenuhnya bergantung pada sistem jaringan dan aplikasi berbasis digital yang mulai diberlakukan sejak Januari 2026.

Aplikasi tersebut merupakan sistem nasional dari Kementerian Perhubungan yang bertujuan mempermudah proses pelayanan, termasuk pendaftaran secara daring.

“Nama aplikasinya adalah Blue Fullcycl. Kemudian disempurnakan melalui aplikasi Diujiken agar lebih mudah dan cepat,” ujar Bung Andree–sapaan akrabnya, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (6/5).

Ia menyampaikan, pelayanan uji kendaraan ini 100 persen didukung jaringan dan aplikasi. Jika aplikasi tidak berjalan, kami tetap melayani secara manual agar masyarakat tetap terlayani.

Baca Juga:Wawali Fasilitasi Pedagang Bunga Akses PembiayaanTekan KLB! Dinkes Cirebon Genjot Imunisasi Campak untuk 12 Ribu Balita di 7 Kecamatan

Biasanya, lanjut Andree, gangguan tidak lama, tapi kemarin itu cukup panjang, hampir dua sampai tiga jam. “Setelah jaringan kembali normal, pelayanan dilanjutkan menggunakan aplikasi,” jelasnya.

Selain faktor teknis, Diyanto juga menyebut kondisi cuaca dan gangguan sinyal pada menara jaringan dapat memengaruhi kestabilan sistem, sehingga berdampak pada kelancaran pelayanan.

Ia pun memastikan akan terus melakukan evaluasi guna meningkatkan kualitas layanan ke depan.

Selain itu, masyarakat diminta untuk datang langsung ke lokasi pelayanan tanpa melalui perantara guna menjaga transparansi serta menghindari praktik percaloan.

0 Komentar