Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan serius dalam penanganan wabah sehingga percepatan vaksinasi dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari kecamatan, pemerintah desa, kader kesehatan hingga tokoh masyarakat.
“Dinkes tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak harus ikut bergerak agar target imunisasi tercapai,” ujarnya.
Pelaksanaan ORI berlangsung sejak 4 hingga 19 Mei 2026. Setelah itu, petugas akan melakukan sweeping untuk mendata sekaligus memvaksin anak-anak yang belum sempat mendapatkan imunisasi.
Baca Juga:Genjot Sertifikasi Halal UMKMPenanganan Rumah Ambruk Lamban dan Tidak Tuntas
Eni menyebut, hingga saat ini kasus campak di Kabupaten Cirebon telah menyebabkan tiga balita meninggal dunia. Dua di antaranya dinyatakan positif campak.
Ia juga mengakui masih adanya penolakan imunisasi dari sebagian orang tua sehingga edukasi terus digencarkan agar masyarakat memahami pentingnya vaksinasi bagi anak.
“Kami berharap masyarakat yang sebelumnya menolak vaksin bisa berubah pikiran demi kesehatan anak-anak mereka,” tuturnya.
Secara keseluruhan, sasaran ORI di Kabupaten Cirebon mencapai 12.221 anak usia 9 hingga 59 bulan.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Ciwaringin, Didi Junaedi mengatakan, pihaknya langsung bergerak melakukan vaksinasi masal setelah wilayahnya ditetapkan berstatus KLB.
“Begitu KLB ditetapkan, kami langsung bergerak melakukan imunisasi massal,” katanya.
Selain vaksinasi, Puskesmas Ciwaringin juga menggencarkan sosialisasi melalui media sosial, masjid, dan musala agar informasi cepat diterima masyarakat.
Baca Juga:Ajak Anak Membuat dan Menghias Cupcake, TK Baitul Makmur Cirebon Menggelar Kegiatan outing ClassPeduli untuk Donor Darah, BEM IPB Cirebon Gelar Red Heroes Day
Di Kecamatan Ciwaringin terdapat sekitar 2.400 balita usia 9 hingga 59 bulan yang menjadi sasaran vaksinasi dan tersebar di 52 posyandu.
“Target kami minimal 95 persen balita tervaksin agar terbentuk kekebalan kelompok,” tegas Didi.
Ia menegaskan campak bukan penyakit biasa karena dapat berakibat fatal pada balita dengan daya tahan tubuh lemah “Karena itu imunisasi sangat penting untuk melindungi anak-anak,” tandasnya. (den/adv)
