RADARCIREBON.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon bergerak cepat menangani merebaknya kasus campak yang kini berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) di empat kecamatan, yakni Mundu, Sumber, Greged, dan Ciwaringin.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon hingga pekan ke-15, jumlah kasus campak terus bertambah.
Kecamatan Mundu mencatat 29 kasus suspect dengan dua kasus positif. Kecamatan Sumber terdapat 24 suspect dan lima positif.
Baca Juga:Genjot Sertifikasi Halal UMKMPenanganan Rumah Ambruk Lamban dan Tidak Tuntas
Sementara di Greged ditemukan 33 suspect dengan tujuh kasus positif. Sedangkan, Ciwaringin menjadi wilayah dengan kasus positif tertinggi, yakni sembilan kasus dari 33 suspect.
Sebagai langkah darurat, Pemkab Cirebon menggelar Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi masal darurat.
Selain empat kecamatan berstatus KLB, tujuh kecamatan lain juga ikut melaksanakan ORI guna mencegah penyebaran lebih luas.
Langkah tersebut dilakukan karena tingginya mobilitas masyarakat dan rendahnya cakupan imunisasi campak-rubella (MR) dalam beberapa tahun terakhir yang rata-rata belum mencapai 80 persen.
Selain ORI, Dinkes juga menjalankan Catch Up Campaign (CUC) untuk mengejar anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg, turun langsung meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di Desa Mundu Pesisir, Kecamatan Mundu, Jumat (8/5).
Dalam kesempatan itu, Imron menegaskan, penyebaran campak harus segera dikendalikan agar tidak menimbulkan korban lebih banyak.
Baca Juga:Ajak Anak Membuat dan Menghias Cupcake, TK Baitul Makmur Cirebon Menggelar Kegiatan outing ClassPeduli untuk Donor Darah, BEM IPB Cirebon Gelar Red Heroes Day
“Campak sebenarnya bisa dicegah melalui imunisasi. Karena itu masyarakat jangan ragu membawa anaknya untuk vaksin,” ujar Imron.
Ia menyebut imunisasi menjadi kebutuhan penting untuk melindungi masyarakat dari berbagai penyakit berbahaya seperti hepatitis B, tuberkulosis, difteri, polio, hingga rubella.
Menurutnya, pemerintah daerah terus memperluas layanan imunisasi melalui posyandu, puskesmas, rumah sakit, klinik, hingga praktik mandiri tenaga kesehatan agar mudah dijangkau masyarakat.
“Kami ingin seluruh anak mendapatkan perlindungan. Karena itu semua elemen harus bergerak bersama,” katanya.
Imron juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan tokoh agama ikut mengedukasi warga mengenai pentingnya imunisasi.
Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon, Hj Eni Suhaeni SKM MKes mengungkapkan, sekitar 40 persen balita di Kabupaten Cirebon masih belum mendapatkan vaksin campak.
