Pengamat Tentang Retaknya Hubungan Edo-Farida, PKB Didesak Ambil Langkah Tegas

PKB Didesak Ambil Langkah Tegas
SIKAP PKB: Pengurus DPC PKB Kota Cirebon saat jumpa pers pada Selasa lalu (5/5/2026) menyikapi keretakan hubungan Wali Kota Effendi Edo dengan Wakil Wali Kota Siti Farida Rosmawati. Foto: Abdullah/Radar Cirebon
0 Komentar

“Jangan sampai Effendi Edo dan Siti Farida mengalami hal yang dapat merugikan masyarakat. Legitimasi partai politik koalisi sangat diharapkan kehadirannya,” tandasnya.

Sebelumnya, DPC PKB Kota Cirebon menyoroti telah mengeluarkan pernyataan resmi, menyikapi keretakan hubungan Wali Kota Effendi Edo dan Wakil Wali Kota Siti Farida Rosmawati. PKB pun mengingatkan Edo soal komitmen awal saat maju pilkada. Yakni komitmen membangun dan memajukan Kota Cirebon secara bersama-sama.

Ketua DPC PKB Kota Cirebon Saefurohman menyampaikan, pihaknya merasa perlu memberikan solusi demi keberlanjutan roda pemerintahan yang lebih baik. PKB menekankan pentingnya komunikasi yang sehat sebagai fondasi utama dalam memimpin daerah.

Baca Juga:Status Tenaga Honorer Guru Terancam Dihapus, Kadisdik Minta Guru Honorer Tak PanikJaga Kondisi Fisik Jelang Puncak Haji, Jamaah Gelombang Dua Harus Kenakan Ihram-Sandal sejak dari Embarkasi

PKB menekankan perlunya penyelesaian masalah melalui dialog langsung. “Kami mendorong agar seluruh perbedaan pandangan atau komitmen yang belum tuntas dapat diselesaikan dalam satu meja. PKB hanya bisa mengingatkan kondusivitas bagaimana pemerintahan daerah ini bisa berjalan dengan baik dengan komunikasi yang baik,” ujar pria yang akrab disapa Gus Ipul itu, Selasa (5/5/2026).

Lebih lanjut, Gus Ipul menyatakan bahwa Effendi Edo dan Siti Farida Rosmawati adalah representasi dari pilihan rakyat Cirebon. Oleh karena itu, PKB berharap adanya kesepahaman dan kesepakatan yang sama demi kepentingan pembangunan kota ini.

“PKB mendorong komitmen awal kepemimpinan harus dituntaskan secara kekeluargaan demi menjaga stabilitas politik dan sosial di Kota Cirebon agar pembangunan tidak terhambat oleh masalah komunikasi internal,” terangnya.

“Harapan kami dari PKB adalah mengingatkan bahwa momentum ini penting. Komunikasi yang baik antara pimpinan harus dikedepankan. Jika komunikasi kurang bagus, maka penyelarasan (kebijakan) juga tidak akan maksimal,” imbuhnya. (*/abd)

0 Komentar