RADARCIREBON.ID – Dua jamaah calon haji asal Kota Cirebon terpaksa menunda keberangkatan ke Tanah Suci bersama Kloter 23 yang berangkat melalui Bandara Kertajati, Majalengka, Sabtu (9/5) pukul 18.15 WIB.
Dari total 278 jamaah haji asal Kota Cirebon yang dijadwalkan berangkat, dua jamaah yang tertunda tersebut merupakan pasangan suami istri.
Plt Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Cirebon, M Ikbal Sugiana membenarkan adanya dua jamaah yang mengalami penundaan keberangkatan.
Baca Juga:Genjot Sertifikasi Halal UMKMPenanganan Rumah Ambruk Lamban dan Tidak Tuntas
Menurut Ikbal, penundaan terjadi karena salah satu jamaah atas nama Emah Mugni Markat (60) mengalami sakit dan harus menjalani perawatan di RS Mitra Plumbon Indramayu.
Sementara suaminya, Sarna Aud Amad (73), memilih menunda keberangkatan untuk mendampingi istrinya selama menjalani perawatan.
“Keduanya merupakan pasangan suami istri. Karena istrinya sakit dan dirawat di rumah sakit, maka suaminya juga menunda keberangkatan untuk mendampingi,” ujar Ikbal kepada Radar Cirebon, Sabtu malam (9/5).
Ia menjelaskan, sebelum dirujuk ke rumah sakit, Emah sempat menjalani pemeriksaan kesehatan di Klinik Asrama Haji Indramayu sekitar pukul 14.00 WIB.
Namun, sekitar pukul 14.30 WIB, Emah dirujuk ke RS Mitra Plumbon Indramayu untuk mendapatkan perawatan intensif.
Meski demikian, Ikbal memastikan pasangan tersebut masih berpeluang berangkat ke Tanah Suci menggunakan kloter berikutnya apabila kondisi kesehatan Emah telah membaik dan tersedia kursi kosong.
“Kalau kondisi beliau sudah sehat, dari rumah sakit bisa langsung kembali masuk asrama dan menunggu kloter selanjutnya yang masih memiliki seat kosong,” katanya.
Baca Juga:Ajak Anak Membuat dan Menghias Cupcake, TK Baitul Makmur Cirebon Menggelar Kegiatan outing ClassPeduli untuk Donor Darah, BEM IPB Cirebon Gelar Red Heroes Day
Ia pun berharap Emah segera pulih agar dapat menyusul jamaah lainnya ke Tanah Suci.
“Minta doa untuk kesembuhan Ibu Emah upaya bisa bergabung dengan teman-teman Kloter 23 ke Tanah Suci,” harapnya.
Terkait koper jamaah yang sebelumnya telah dikirim ke Asrama Haji Indramayu, Ikbal menjelaskan barang bawaan milik Emah dan Sarna tidak ikut diberangkatkan ke Tanah Suci.
Untuk sementara, koper tersebut disimpan di sekretariat Asrama Haji Indramayu. “Koper disimpan di sekretariat asrama,” pungkasnya. (abd)
