RADARCIREBON.ID – Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon memastikan ratusan tenaga guru honorer di jelang SDN dan SMPN tetap dapat menjalankan tugas mengajar seperti biasa.
Kepastian itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten H Ronianto SPd MM, setelah berkoornasi langsung Wakil Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Bandung.
“Kami sudah menindaklanjuti terbitnya Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2026,” kata Ronianto kepada Radar Cirebon.
Baca Juga:Terjebak di Jalan Buntu, Lima Pemuda Bersajam DiamankanBareskrim Polri Tangkap 321 Tersangka dari Berbagai Negara dan Amankan Puluhan Situs
Menurutnya, surat edaran tersebut tidak dimaksudkan untuk menghentikan atau merumahkan tenaga honorer di sekolah.
Dari hasil koordinasi itu, lanjut Ronianto, dijelaskan bahwa surat edaran ini bukan untuk menghentikan honorer.
Tetapi, sebagai payung hukum bagi pemerintah daerah yang masih mengalokasikan anggaran untuk gaji tenaga honorer.
Roni–sapaan akrabnya menjelaskan, sejak diberlakukannya Undang-Undang ASN, pemerintah daerah memang tidak diperbolehkan lagi melakukan pengangkatan tenaga honorer baru.
Namun pada praktiknya, sekolah-sekolah masih sangat membutuhkan keberadaan guru non-ASN untuk menjaga kelangsungan proses belajar mengajar.
Karena itu, lanjut Roni, surat edaran tersebut hadir sebagai dasar hukum agar daerah tetap dapat memberikan penghasilan kepada guru honorer yang selama ini membantu kebutuhan tenaga pendidik di sekolah.
“Ketika honorer dihentikan, sekolah tentu akan mengalami kekurangan guru. Dampaknya bisa mengganggu proses pembelajaran dan pelayanan pendidikan kepada siswa,” terangnya.
Baca Juga:FK UGJ Ajak Siswa SMA Rasakan Sehari Jadi Mahasiswa KedokteranPuluhan Sapi Milik Pemkab Cirebon Terancam Mati
Ia menambahkan, sebagian besar guru honorer di Kabupaten Cirebon saat ini telah memiliki sertifikat pendidik dan telah mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting ketika pemerintah membuka peluang pengangkatan ASN di sektor pendidikan.
“Mereka sebenarnya sudah siap. Tinggal menunggu kemampuan pemerintah dan kebijakan daerah untuk proses pengangkatan menjadi ASN,” tambahnya.
Perlu diketahui, saat ini, jumlah guru honorer di Kabupaten Cirebon masih cukup besar. Tercatat, sebanyak 351 guru honorer bertugas di tingkat SD dan 257 lainnya berada di jenjang SMP. (sam)
