KONI Kota Cirebon Matangkan Persiapan Porprov Jabar 2026, Stimulan Rp600 Juta Digelontorkan untuk Cabor

Effendi Edo
BAHAS AGENDA PORPROV: Walikota Cirebon Effendi Edo hadir dalam rapat kerja cabang (rakercab) di aula KONI Kota Cirebon, Kompleks Stadion Bima, Rabu (13/5/2026). Foto: ABDUL HAMID/RADAR CIREBON
0 Komentar

CIREBON – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cirebon menggelar rapat kerja cabang (rakercab) di Aula KONI Kota Cirebon, Kompleks Stadion Bima, Rabu (13/5/2026). Agenda tersebut membahas kesiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026.

Hadir Walikota Cirebon Effendi Edo, membuka rakercab yang dihadiri pengurus KONI Kota Cirebon serta perwakilan cabang olahraga (cabor).

Ketua Umum KONI Kota Cirebon, M Handarujati Kalamullah mengatakan, ada dua poin utama yang dibahas dalam rapat kerja tersebut. Salah satunya mengenai jumlah kontingen yang akan diberangkatkan pada ajang Porprov 2026. Menurutnya, Kota Cirebon akan memberangkatkan atlet yang berhasil lolos Babak Kualifikasi (BK) Porprov beserta pelatih dan ofisial untuk berlaga di ajang olahraga tingkat Jawa Barat tersebut.

Baca Juga:Pemdes Kongsijaya Kini Punya TPS, Warga Jadi Tak Kesulitan Buang SampajManchester City dan Arsenal Sama-Sama Bergantung pada Crystal Palace dalam Perebutan Gelar Premier League

“Kami masih mematangkan jumlah cabang olahraga dan ofisial yang akan diberangkatkan ke Porprov XV Jawa Barat. Saat ini masih dilakukan perhitungan ulang,” katanya.

Selain membahas kesiapan kontingen, KONI Kota Cirebon juga menyalurkan bantuan stimulan kepada cabang olahraga. Bantuan tersebut secara simbolis telah diserahkan oleh Walikota Cirebon, Effendi Edo. Andru menjelaskan, total dana stimulan yang dialokasikan mencapai sekitar Rp600 juta. Anggaran tersebut dibagikan kepada 43 cabang olahraga dan satu badan fungsional.

“Harapan kami, bantuan stimulan ini bisa menjadi tambahan dukungan bagi masing-masing cabang olahraga untuk meningkatkan kegiatan dan persiapan mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembagian bantuan dilakukan secara profesional dengan mempertimbangkan capaian medali pada Porprov 2022 serta hasil babak kualifikasi menuju Porprov 2026. Meski anggaran hibah mengalami penurunan akibat kebijakan efisiensi pemerintah pusat, KONI tetap memprioritaskan kebutuhan cabang olahraga.

“Kami memahami adanya pengurangan anggaran dari pemerintah pusat yang berdampak pada hibah. Namun perhatian terhadap cabang olahraga tetap menjadi prioritas. Kami melakukan efisiensi pada anggaran yang tidak mendesak, sementara fokus utama tetap pada cabor yang akan tampil di Porprov 2026,” katanya.

Besaran bantuan stimulan yang diberikan pun berbeda-beda. Nominal terkecil berkisar Rp5 juta hingga Rp7,5 juta, sedangkan bantuan terbesar mencapai Rp35 juta. “Pembagian dilakukan secara profesional berdasarkan hasil perolehan medali pada 2022 dan kesiapan menuju Porprov 2026,” ungkapnya.

0 Komentar