Gunakan Tali dan Sebatang Bambu, Damkar Indramayu Gercep Bantu Warga Buka Ruko Terkunci

Damkar Indramayu
EVAKUASI: Petugas Damkar Indramayu berupaya masuk ke dalam ruko menggunakan tali tambang dan sebatang bambu saat proses evakuasi, Kamis (14/5) malam. Foto: ANANG SYAHRONI/RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

INDRAMAYU – Kesigapan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Indramayu kembali mendapat apresiasi dari masyarakat. Tidak hanya bertugas memadamkan kebakaran atau mengevakuasi hewan liar berbahaya, petugas Damkar juga selalu siap membantu warga dalam berbagai kondisi darurat.

Hal itu terlihat saat petugas Damkar Indramayu membantu seorang warga membuka pintu rumah toko (ruko) yang terkunci dari dalam di Desa Kedokanbunder, Kecamatan Kedokanbunder, Kabupaten Indramayu, Kamis (14/5) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Peristiwa tersebut dialami Tantri, pemilik ruko yang tidak bisa masuk ke dalam bangunan karena pintu terkunci otomatis saat dirinya keluar. Sementara itu, kunci ruko tertinggal di dalam bangunan.

Baca Juga:Targetkan Profesionalisme Saksi, BSN Partai Golkar Gelar Safari dari DPD ke DPDIni 5 Pemain Keturunan yang Diprediksi Akan Dinaturalisasi Timnas Indonesia, Ada Bek Wolfsburg

Kepala Bidang Damkar pada Satpol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu, Jajat Wibisono mengatakan, pihaknya menerima laporan melalui layanan Call Center Damkar sekitar pukul 20.00 WIB.

“Kami menerima telepon dari Ibu Tantri yang meminta bantuan karena tidak bisa masuk ke dalam ruko. Saat keluar, pintu terkunci otomatis, sedangkan kuncinya tertinggal di dalam,” ujar Jajat, Jumat (15/5).

Mendapat laporan tersebut, tujuh personel Damkar langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Namun, upaya membuka pintu dari bagian depan ruko tidak membuahkan hasil sehingga petugas harus mencari cara lain agar bisa masuk ke dalam bangunan.

Petugas kemudian menggunakan tangga dan tali tambang untuk naik ke atas atap ruko yang tingginya diperkirakan mencapai tujuh meter. Dengan penuh kehati-hatian, mereka membongkar beberapa bagian genteng untuk mencari celah masuk ke dalam bangunan.

“Karena akses dari depan tidak memungkinkan, petugas mengambil langkah yang cukup ekstrem dengan naik ke atap bangunan. Setelah berada di atas, mereka membongkar genteng untuk mencari akses masuk ke dalam ruko,” jelasnya.

Perjuangan petugas tidak berhenti sampai di situ. Setelah berhasil membuka bagian atap, mereka masih harus mencari cara untuk turun ke dalam bangunan. Bermodalkan seutas tali tambang dan sebatang bambu, petugas akhirnya berhasil masuk ke dalam ruko dan membuka pintu yang terkunci.

“Alhamdulillah proses evakuasi berjalan lancar tanpa hambatan. Setelah kurang lebih satu jam, petugas berhasil membuka pintu ruko sekitar pukul 21.10 WIB,” kata Jajat.

0 Komentar