RADARCIREBON.ID – Musim kemarau mulai memunculkan dampaknya di Kabupaten Cirebon. Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, menjadi wilayah pertama yang dilaporkan mengalami krisis air bersih akibat kekeringan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon pun bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Syamsul Huda mengatakan, pihaknya telah menerima laporan mengenai kesulitan air bersih yang dialami masyarakat Desa Slangit. Sedikitnya, 500 jiwa terdampak akibat menurunnya ketersediaan air.
Baca Juga:Honda Monkey Tampil dengan Pilihan Warna BaruDosen UT Dorong Guru SD di Cirebon Manfaatkan Mangrove sebagai Sumber Belajar
“BPBD sudah menerima laporan adanya satu desa yang mengalami kekeringan dan krisis air bersih, yakni Desa Slangit, Kecamatan Klangenan,” ujar Syamsul Huda.
Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD telah mendistribusikan 8.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga.
Bantuan tersebut diharapkan mampu mencukupi kebutuhan air bersih masyarakat dalam beberapa waktu ke depan.
“Sebanyak 8.000 liter air bersih telah kami distribusikan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 500 jiwa yang terdampak,” katanya.
Selain melakukan penyaluran bantuan, BPBD juga meningkatkan pemantauan di sejumlah wilayah lain yang berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau.
Langkah tersebut dilakukan agar penanganan dapat segera dilakukan apabila muncul laporan krisis air bersih di daerah lain.
Syamsul Huda mengimbau pemerintah desa untuk segera melaporkan apabila terdapat wilayah yang mulai mengalami kekeringan atau kesulitan memperoleh air bersih.
Baca Juga:Ajak Kuwu Perkuat Sinergi Bangun Desa, Haul ke-526, Momentum untuk Teladani Semangat Mbah Kuwu Sangkan Buang Sampah Sembarangan, Warga Didenda Rp500 Ribu
Menurutnya, laporan yang cepat akan mempercepat proses distribusi bantuan sehingga kebutuhan dasar masyarakat dapat segera terpenuhi.
BPBD memastikan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau terus ditingkatkan mengingat potensi kekeringan diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.
“Dengan pemantauan intensif, kami berharap dampak kekeringan terhadap masyarakat dapat diminimalkan,” pungkasnya. (den)
