Sikapi Isu LGBT, PPP Kuningan Ajak Masyarakat Perkuat Moral Generasi Muda

Ist 
DINAMIKA SOSIAL: Ketua DPC PPP Kabupaten Kuningan, Ali Akbar, menegaskan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter anak.
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – DPC PPP Kabupaten Kuningan mengajak masyarakat memperkuat pendidikan agama, pembinaan akhlak, dan ketahanan keluarga. Sebagai upaya membentuk karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai moral dan spiritual.

Hal ini sekaligus untuk menyikapi berkembangnya isu LGBT, yang bertentangan dengan ajaran Islam dan nilai-nilai yang dianut mayoritas masyarakat Indonesia.

Ketua DPC PPP Kuningan, Ali Akbar mengatakan, keluarga merupakan benteng pertama dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, orang tua memiliki tanggung jawab menanamkan akidah, ibadah, dan akhlak sejak usia dini agar generasi muda memiliki pegangan hidup yang kuat.

Baca Juga:Lahan Kritis di Timur Kuningan Disiapkan Jadi Kawasan IndustriKunci Arah APBD 2027: Bupati Prioritaskan Pertanian, Green Tourism, dan Infrastruktur

“Di negara kita yang mayoritas penduduknya beragama Islam, kita tidak boleh lepas dari nalar teologis. Allah SWT menciptakan laki-laki dan perempuan untuk membangun keluarga, melanjutkan keturunan, serta menjaga keberlangsungan peradaban manusia. Itu yang harus menjadi pegangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa ajakan memperkuat moral masyarakat sejalan dengan konsep Maqasid Al Syari’ah, yakni tujuan-tujuan syariat Islam untuk mewujudkan kemaslahatan dan mencegah kerusakan. Menurutnya, lima tujuan pokok syariat meliputi menjaga agama (hifz ad-din), menjaga jiwa (hifz an-nafs), menjaga akal (hifz al-‘aql), menjaga keturunan (hifz an-nasl), dan menjaga harta (hifz al-mal).

“Penguatan keluarga, pendidikan agama, dan pembinaan akhlak merupakan ikhtiar untuk menjaga lima tujuan pokok syariat tersebut. Ketika agama dijaga, akhlak dibina, jiwa ditenangkan dengan ibadah, akal diisi ilmu yang benar, dan keturunan dijaga melalui pernikahan yang sah, maka insyaallah akan lahir masyarakat yang maslahat,” katanya.

Menurutnya, bahwa pembinaan agama juga memiliki peran dalam membangun ketahanan mental dan spiritual masyarakat. Keluarga yang harmonis, lingkungan yang religius, serta pendidikan akhlak dapat membantu generasi muda memiliki ketenangan batin, pengendalian diri, dan kesiapan menghadapi berbagai tantangan sosial.

“Islam mengajarkan agar manusia menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Karena itu, keluarga harus menjadi tempat lahirnya kasih sayang, pendidikan, dan ketenteraman sehingga anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki ketahanan diri dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” ungkapnya.

Ia mengimbau para orang tua di Kuningan, untuk meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan media digital oleh anak-anak, membiasakan mereka mengikuti kegiatan keagamaan, serta membangun komunikasi yang terbuka di lingkungan keluarga.

0 Komentar