Pelatih Muaythai Asal Cirebon Keluhkan Status dan Bonus SEA Games 2025, Pilih Surati Menpora

Rafo Fender Latuperissa
KECEWA: Rafo Fender Latuperissa foto bareng atlet dan pelatih saat pelaksanaan SEA Games 2025 di Thailand. Rafo kecewa soal bonus SEA Games 2025, hingga menyurati Menpora Erick Thohir. Foto: ISTIMEWA/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Pelatih Muaythai asal Cirebon, Jawa Barat, Rafo Fender Latuperissa, mengaku kecewa atas perlakuan yang diterimanya selama menjalankan tugas pada persiapan hingga pelaksanaan SEA Games 2025 di Thailand.

Kekecewaan itu disampaikan melalui surat pengaduan resmi yang ditujukan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Erick Thohir.

Rasa kecewa mendalam dirasakan Rafo Fender Latuperissa. Keringat dan jasanya membela negara seperti tidak dihargai oleh segelintir oknum. Hingga pada akhirnya, Rafo memilih jalan: menyurati Menpora Erick Thohir.

Baca Juga:Persib Bandung Dikaitkan dengan Eks Pemain Timnas Belanda Bart Ramselaar untuk Musim DepanPNM Siapkan Mental Wirausaha 2.700 Siswa SMK Se-Indonesia Lewat Pekan Nasional Mengajar

Dalam surat tersebut, Rafo menjelaskan bahwa awal dirinya dipanggil sebagai pelatih dalam tim Muaythai Indonesia bersama beberapa nama lain. Seperti Opniel dari Kalimantan Timur, Doni dari Papua, serta Martin yang merupakan pelatih seni asal Kalimantan Timur.

Rafo menyebut, dirinya memiliki dua atlet asal Jawa Barat yang masuk dalam pemusatan latihan nasional. Yakni Adisty Lolaroh dan Indra Hutagalung.

Selain itu, ia juga menjabat sebagai Bidang Kepelatihan di Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI).

Namun, saat proses penyusunan Surat Keputusan (SK) Kemenpora berlangsung, hanya tiga pelatih yang dimasukkan ke dalam SK resmi.

Rafo mengaku namanya justru tidak dimasukkan sebagai pelatih, melainkan dicatat sebagai mekanik.

“Padahal, saya memiliki dua atlet yang dipanggil dari Jawa Barat. Sedangkan ada pelatih lain yang tidak memiliki atlet, tetapi masuk dalam SK sebagai pelatih,” ujar Rafo.

Meski statusnya di SK hanya sebagai mekanik, Rafo mengaku tetap menjalankan tugas sebagai pelatih secara penuh selama pemusatan latihan nasional hingga SEA Games 2025 berlangsung.

Baca Juga:H Supendi–Charly van Houtten Bahas Masa Depan Indramayu, Biarkan Masyarakat Bisa TerhiburPemkab Indramayu Intensifkan Betonisasi Jalan, Ruas Karangsinom–Gabuskulon dan Kedungdawa Direkonstruksi

Ia terlibat langsung dalam penyusunan program latihan, memegang sesi teknik dan padding, hingga mendampingi atlet-atlet fight selama training camp berlangsung di Jakarta maupun Thailand.

Menurut Rafo, dirinya menjadi pihak yang paling aktif menangani beberapa atlet, khususnya Indra Hutagalung, Adisty Lolaroh, dan Galih Bangkit.

“Bahkan bisa dikatakan tidak ada pelatih lain yang secara langsung memberikan latihan teknis atau sesi padding kepada Adisty selama latihan di Jakarta,” katanya.

Rafo sempat membahas mengenai honorarium karena adanya perbedaan nominal yang diterima.

0 Komentar