RADARCIREBON.ID – Meningkatnya perhatian publik terhadap hantavirus belakangan ini turut direspons Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Hj Eni Suhaeni SKM MKes memastikan, hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di wilayah Kabupaten Cirebon.
Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta menjaga lingkungan agar terbebas dari tikus yang menjadi salah satu media penularan virus tersebut.
Baca Juga:Jalan Depan Stasiun Kejaksan Rusak Parah Ini Alasan Warga Pancuran Barat Demo Tolak Perpanjangan Kontrak Menara BTS
“Alhamdulillah sampai saat ini belum ada kasus hantavirus di Kabupaten Cirebon. Tetapi masyarakat tetap harus waspada dan menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Eni Suhaeni.
Dijelaskannya, hantavirus umumnya berkaitan dengan paparan dari hewan pengerat, terutama tikus.
Penularannya bisa terjadi melalui kotoran, urine, maupun partikel debu yang terkontaminasi dan kemudian terhirup manusia.
Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak membiarkan makanan terbuka di dalam rumah, terutama makanan sisa yang disimpan untuk dikonsumsi kembali keesokan harinya.
“Kalau ada makanan di rumah sebaiknya ditutup rapat. Karena kita tidak pernah tahu ada tikus atau tidak di sekitar rumah. Kadang tidak terlihat, tapi meninggalkan bekas kotoran,” katanya.
Menurut Eni, keberadaan tikus di lingkungan rumah sering kali tidak disadari. Tikus biasanya aktif pada malam hari dan meninggalkan jejak berupa kotoran atau bekas gigitan pada makanan.
Karena itu, kebersihan rumah dan lingkungan sekitar perlu menjadi perhatian utama. Mulai dari membersihkan sudut-sudut rumah, membuang sampah pada tempatnya, hingga memastikan tidak ada celah yang memungkinkan tikus masuk dan berkembang biak.
Baca Juga:UGJ Wisuda 704 Lulusan Sarjana, Profesi, dan MagisterJembatan Kedungdawa-Kedungjaya Nyaris Ambruk, Warga dan TNI-Polri Helat Karya Bakti
Selain itu, Eni juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap debu di area yang lama tidak dibersihkan.
Sebab partikel dari kotoran tikus yang mengering bisa terbawa udara dan berisiko terhirup.
“Yang paling penting PHBS harus terus dijalankan. Jaga kebersihan rumah, lingkungan, makanan, dan jangan sampai ada tikus di sekitar kita,” tegasnya. (awr)
