Untuk mendukung program itu, SMA Telkom Sekarkemuning telah menyiapkan lima ruang kelas khusus. Total kapasitas yang disediakan mencapai 100 siswa. Menariknya, setiap kelas hanya akan diisi maksimal 20 siswa. Jumlah ini dinilai ideal agar proses belajar lebih efektif dan interaksi antara guru dan siswa menjadi lebih intensif.
Dari sisi fasilitas, sekolah ini juga mengusung pembelajaran berbasis digital. Setiap ruang kelas telah dilengkapi AC, Smart TV, serta perangkat tablet yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Pengumpulan tugas siswa pun sudah terintegrasi secara digital melalui Student Digital Portfolio atau SDP. Sistem ini memudahkan sekolah memantau perkembangan belajar siswa secara lebih terukur.
Sebagai sekolah penyangga, SMA Telkom Sekar Kemuning juga akan melakukan penyelarasan kurikulum bersama SMAN 2 Cirebon. Salah satu penguatan yang disiapkan adalah program Four Skills English yang menitikberatkan pada kemampuan berbicara, mendengar, membaca, dan menulis.
Baca Juga:Memotret Salat Id dan Penyembelihan Hewan Kurban di Masjid At Taqwa Cirebon, Pembagian Tak Lagi Pakai KuponNilai TKA Telat Turun, Pendaftar Sekolah Maung Panik, Ortu Siswa: Ini Menghambat Banget
Kualitas tenaga pengajar menjadi salah satu keunggulan sekolah ini. Dari 17 guru tetap yang mengajar, sekitar 80 persen telah mengantongi sertifikasi profesional. Tak hanya itu, prestasi akademik sekolah juga cukup menonjol. Seluruh lulusan tahun sebelumnya tercatat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sementara pada jalur SNBP 2026 banyak siswa diterima di kampus ternama seperti UI, Unpad, Undip, hingga Politeknik Negeri Bandung (Polban).
Dengan kesiapan fasilitas, kualitas guru, sistem pembelajaran digital, dan dukungan subsidi pendidikan, SMA Telkom Sekar Kemuning kini siap menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Program Sekolah Maung di Kota Cirebon.
Kehadiran sekolah ini diharapkan menjadi harapan baru bagi siswa dan orang tua untuk mendapatkan pendidikan berkualitas meski di luar jalur sekolah negeri. (awr/opl)
