Debit Air Waduk Cipancuh Menyusut, Ratusan Warga Ramai-Ramai Tangkap Ikan

Waduk Cipancuh
Ratusan warga Desa Situraja, Kecamatan Gantar, Indramayu, turun ke area Waduk Cipancuh yang mengalami penyusutan debit air untuk menangkap ikan, Minggu (2/8).
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Indramayu sejak awal Juni 2026, tidak hanya berdampak terhadap sektor pertanian, tetapi juga menyebabkan volume air di Waduk Cipancuh, Desa Situraja, Kecamatan Gantar, terus mengalami penyusutan. Kondisi tersebut dimanfaatkan ratusan warga untuk mencari ikan di area waduk yang mulai surut. Aktivitas menangkap ikan ini dilakukan warga sebagai upaya mendapatkan tambahan penghasilan sekaligus memenuhi kebutuhan pangan keluarga, Minggu (2/8).

Sejak pagi hingga sore hari, warga mulai berdatangan ke Waduk Cipancuh dengan membawa berbagai perlengkapan sederhana seperti serok, jaring, hingga alat tangkap ikan lainnya. Mereka menyusuri area waduk yang mengalami penurunan debit air untuk mencari ikan yang masih tersisa.

Waduk Cipancuh sendiri memiliki luas sekitar 700 hektare dan menjadi salah satu sumber air penting bagi masyarakat sekitar. Di balik aktivitas warga yang terlihat ramai menangkap ikan, kondisi waduk yang mengalami penyusutan saat musim kemarau menjadi perhatian karena perannya sebagai sumber irigasi bagi ribuan hektare lahan pertanian.

Baca Juga:Tingkatkan Kompetensi, Kwarcab Majalengka Latih Admin Kehumasan KwarranPilkades Serentak Majalengka 2027 Mulai Dibahas, 120 Desa Berpotensi Ikut Pemilihan

Salah seorang warga setempat, Muji (52) mengatakan, penyusutan air Waduk Cipancuh sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut kemudian dimanfaatkan warga sekitar untuk mencari ikan di area bendungan yang mulai dangkal.

“Ya lumayan, bisa untuk lauk makan. Kalau ada yang mau beli, ya kita jual. Itung-itung sebagai penghasilan tambahan untuk keluarga,” ujarnya.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Wastim (46). Menurutnya, aktivitas mencari ikan di Waduk Cipancuh memang biasa dilakukan masyarakat setiap musim kemarau ketika debit air mulai berkurang.

Warga memanfaatkan kondisi tersebut dengan turun langsung ke bagian dasar waduk untuk mencari ikan yang masih berada di genangan air yang tidak terlalu dalam. “Kalau jenis ikan paling nila, mujaer. Alhamdulillah bisa untuk lauk makan. Kalau ada waktu, besok juga ingin cari ikan lagi. Lumayan untuk kebutuhan dapur,” katanya.

Meski memberikan manfaat bagi warga, menyusutnya debit air Waduk Cipancuh juga menimbulkan kekhawatiran terhadap ketersediaan pasokan air untuk kebutuhan irigasi pertanian.

Waduk tersebut selama ini menjadi salah satu infrastruktur penting yang menopang kebutuhan air pertanian di wilayah barat Kabupaten Indramayu, khususnya Kecamatan Gantar, Haurgeulis, Kroya, Bongas, hingga Anjatan.

0 Komentar