Komunitas Belajar SDN Bima Hadirkan Pustakawan Berprestasi ASEAN untuk Menguatkan Budaya Baca Guru

Pustakawan profesional sekaligus pegiat literasi nasional, Suherman
Pustakawan profesional sekaligus pegiat literasi nasional, Suherman didampingi Kepala SDN Bima, Dewi Pujiati, S.Pd. di hadapan para guru saat pelatihan literasi, Senin (3/8/26).
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Upaya membangun budaya literasi yang tidak sekadar berhenti pada kegiatan membaca terus dilakukan SDN Bima Kota Cirebon. Melalui “Komunitas Belajar (Kombel) Bima Gaskeun”, seluruh guru dan tenaga kependidikan mengikuti Pelatihan Literasi bertema Kecerdasan Literasi, yang menghadirkan pustakawan profesional sekaligus pegiat literasi nasional, Suherman, Senin (3/8/2026), di ruang kelas 5B SDN Bima.

Kegiatan yang dimoderatori Kepala SDN Bima, Dewi Pujiati, S.Pd. tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus penyegaran cara pandang terhadap pentingnya literasi sebagai fondasi kemajuan bangsa.

Dalam paparannya, Suherman menegaskan bahwa kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, tetapi lebih ditentukan oleh penghargaan masyarakatnya terhadap ilmu pengetahuan.

Baca Juga:Debit Air Waduk Cipancuh Menyusut, Ratusan Warga Ramai-Ramai Tangkap IkanTingkatkan Kompetensi, Kwarcab Majalengka Latih Admin Kehumasan Kwarran

“Peradaban yang maju adalah peradaban yang memuliakan pengetahuan,” tegasnya di hadapan peserta.

Menurutnya, hampir semua tokoh besar dunia memiliki satu kesamaan, yakni kebiasaan membaca yang luar biasa. Ia mencontohkan para pendiri bangsa Indonesia seperti Ir. Soekarno yang semasa muda banyak memperoleh bacaan dari gurunya, H.O.S. Tjokroaminoto. Demikian pula Mohammad Hatta, yang bahkan membawa satu koper penuh buku ketika menjalani masa pengasingan dan tetap produktif menulis.

Kisah-kisah inspiratif tersebut, menurut Suherman, perlu terus dihidupkan di sekolah melalui kegiatan read aloud dan cerita tokoh-tokoh nasional agar anak-anak memiliki figur yang layak diteladani.

Panca Logi Literasi Menuju Kesuksesan

Dalam sesi yang berlangsung interaktif, Suherman memperkenalkan konsep yang ia sebut sebagai “Panca Logi Literasi”, lima tahapan yang menurutnya selalu dimiliki orang-orang sukses.

Tahapan pertama adalah mimpi. Ia mengajak peserta berani memvisualisasikan cita-cita setinggi mungkin karena setiap keberhasilan selalu berawal dari sebuah mimpi besar.

Tahap kedua adalah literasi yang kuat. Kebiasaan membaca, belajar, dan memperkaya wawasan menjadi bekal utama untuk mewujudkan mimpi tersebut.

Tahap berikutnya ialah determinasi, yakni keberanian mengambil keputusan dan keteguhan menghadapi tantangan.

Baca Juga:Pilkades Serentak Majalengka 2027 Mulai Dibahas, 120 Desa Berpotensi Ikut PemilihanMeriah, Kuda Renggong Buka Rangkaian HUT Ke-81 RI di Lingkungan Wangun

Keempat adalah konsistensi (istikamah). Suherman mengutip teori bahwa seseorang yang menghabiskan sekitar 10.000 jam mendalami suatu bidang akan berpeluang menjadi ahli. Dengan komitmen sekitar lima jam setiap hari, proses tersebut dapat dicapai dalam kurun kurang lebih lima tahun.

0 Komentar