Sementara itu, Sekretaris Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi) Kota Cirebon, Deni Aulia Fatkhul Munir berharap pergantian pimpinan di BGN dapat membawa perbaikan tata kelola organisasi. “Secara operasional, program berjalan lancar, terutama di Kota Cirebon. Kami berharap Kepala dan Wakil Kepala BGN yang baru dapat melakukan penyegaran terhadap sistem dan tata kelola yang ada saat ini,” ujarnya.
Deni mengungkapkan, berdasarkan data terbaru, terdapat sekitar 70 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon. Namun, jumlah tersebut termasuk beberapa dapur yang belum beroperasi penuh atau masih dalam tahap persiapan.
Ia juga membenarkan adanya sejumlah dapur yang sempat dihentikan sementara operasionalnya karena belum memenuhi standar kelayakan. Evaluasi dilakukan berdasarkan tiga instrumen utama, yakni fasilitas mes (tempat tinggal), Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), dan standar SLS. “Kalau salah satu dari tiga komponen tersebut belum memenuhi ketentuan, maka operasional dapur akan di-suspend atau dihentikan sementara,” jelasnya.
Baca Juga:Gaji 13 ASN Pemkab Cirebon Rp86 M, Pencairan Tunggu Waktu yang Tepat, Tak Boleh Ada PotonganPelaksanaan SPMB 2026 Tingkat SMA, Kuota Kelas Sepuluh SMAN 4 Cirebon Kembali Normal
Menurut Deni, sebelumnya terdapat tujuh dapur yang sempat disuspend atau dihentikan sementara di wilayah Kesambi, Harjamukti, dan Lemahwungkuk. Namun, sebagian di antaranya kini telah kembali beroperasi setelah memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan.
BGN PASTIKAN ANGGARAN TETAP CAIR
Sebelumnya, BGN menegaskan bahwa informasi yang beredar mengenai penyaluran dana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks. BGN memastikan seluruh layanan MBG tetap berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
Klarifikasi ini disampaikan menyusul munculnya informasi yang menyebut sejumlah SPPG dapat menghentikan operasional apabila dana yang tersedia tidak mencukupi. BGN menegaskan informasi tersebut bukan merupakan kebijakan resmi lembaga dan tidak dapat dijadikan rujukan oleh mitra pelaksana program.
Kepala BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa hingga saat ini tidak ada instruksi dari BGN untuk menghentikan operasional dapur MBG di seluruh Indonesia. Menurut Nanik, program strategis nasional tersebut tetap berjalan dan terus melayani para penerima manfaat.
“Kami menegaskan bahwa informasi yang menyebut BGN memerintahkan penghentian operasional dapur MBG adalah tidak benar. Tidak ada kebijakan maupun instruksi resmi dari BGN terkait penghentian operasional,” ujar Nanik saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (4/6/2026).
