Asa Lovanya setelah Pulang dari RSD Gunung Jati, Pemulihan Signifikan, Ingin Cepat Masuk Sekolah

Lovanya Evelyn Kautsar
KEMBALI KE RUMAH: Lovanya Evelyn Kautsar kini telah keluar dari RSD Gunung Jati. Bocah 11 tahun tersebut mulai menjalani fase pemulihan mandiri di rumah pamannya di kawasan Jalan Ledeng, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. FOTO: ISTIMEWA
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Masa kritis Lovanya Evelyn Kautsar resmi berlalu. Korban yang selamat dalam tragedi kecelakaan maut hantaman truk tronton di Ciperna pada Senin (13/7/2026) lalu itu kini telah keluar dari RSUD Gunung Jati.

Pelajar 11 tahun tersebut mulai menjalani fase pemulihan mandiri di rumah pamannya, Dennis, di kawasan Jalan Ledeng, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Fakta pahit soal kepergian ayah, ibu, serta adik dalam tragedi memilukan tersebut juga telah disampaikan secara resmi kepada Lovanya. Pihak keluarga memutuskan menyampaikan berita duka itu saat Lovanya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit pada Rabu pekan lalu.

Baca Juga:Perlu Benahi Transportasi Kota Cirebon, Organda Usul Pemkot Cirebon Tebus Armada TuaPedagang Eks Kalibaru Kini Menunggu Ramai di Sudut Dukuh Semar

Reaksi shook berat dan histeris sempat mewarnai momen emosional tersebut sebelum akhirnya kondisi mental sang bocah perlahan ditenangkan oleh pendampingan keluarga inti.

Mantan wali kelas Lovanya saat duduk di kelas VA SDN Guntur, Siti Wasilah atau yang akrab dipanggil Ibu Lala, mengonfirmasi bahwa Lovanya resmi diperbolehkan pulang dari rumah sakit sejak Kamis (23/7/2026). Saat dijenguk oleh jajaran guru dan sahabat dekatnya dari sekolah pada Jumat kemarin (24/7/2026), kondisi fisik maupun emosional Lovanya dilaporkan menunjukkan tren pemulihan yang signifikan.

“Sudah, sudah dikasih tahu. Diberitahu sejak masih di rumah sakit, Rabu pekan lalu. Reaksinya ya histeris, namanya juga anak-anak pasti kaget sekali,” ungkap Lala kepada Radar Cirebon kemarin.

Guna menjaga stabilitas emosional pasca-keluar dari rumah sakit, Lovanya kini didampingi ketat oleh pihak keluarga dekat. Paman, tante, hingga neneknya bergantian memberikan pengawasan penuh di rumah kediaman Jalan Ledeng.

Lingkungan sekolah pun bergerak aktif mengalirkan dukungan moril secara berkelanjutan. Kedatangan teman-teman sekelas yang menyuapinya puding, mengajak berbincang, hingga melontarkan candaan hangat menjadi benteng psikologis penting untuk mengikis trauma berat pasca-operasi amputasi kaki yang dilaluinya.

Di sisi akademis, semangat belajar Lovanya tidak padam sedikit pun. Pihak SDN Guntur mencatat bahwa siswinya tersebut bahkan secara terbuka menyuarakan keinginan kuat untuk bisa secepatnya kembali beraktivitas di ruang kelas.

Kepala SDN Guntur, Aninditto SPd MPd, menegaskan bahwa sekolah memberikan jaminan penuh atas keberlanjutan pendidikan Lovanya tanpa mengabaikan batas kemampuan fisiknya saat ini. “Insya Allah tetap sekolah di SDN Guntur. Bahkan tadi maunya ingin cepat masuk sekolah,” ujar Aninditto kemarin.

0 Komentar