Masalah Eceng Gondok, Bupati Beri Peringatan Keras Kepada Pebisnis di Waduk Darma

Bupati Kuningan Dian Rachmat di Waduk Darma.jpg
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar melontarkan peringatan keras kepada seluruh pihak yang menikmati manfaat ekonomi dari Waduk Darma tanpa ikut bertanggung jawab menjaganya.
0 Komentar

KUNINGAN – Ledakan populasi eceng gondok di Waduk Darma mulai mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kuningan. Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, bahkan melontarkan peringatan keras kepada seluruh pihak yang selama ini menikmati manfaat ekonomi dari kawasan wisata tersebut agar tidak hanya mengambil keuntungan tanpa ikut bertanggung jawab menjaga kelestariannya.

Pernyataan itu disampaikan saat memimpin Gerakan Sapu Bersih Eceng Gondok di kawasan Waduk Darma, Sabtu (13/6/2026). Menurut Dian, penyebaran eceng gondok saat ini sudah berada pada kondisi yang mengkhawatirkan dan harus segera ditangani secara bersama-sama.

“Eceng gondok ini jangan dianggap remeh. Daya adaptasi, daya sebar, dan daya rusaknya sangat tinggi. Kalau dibiarkan, kualitas air akan terus menurun, ekosistem rusak, dan pada akhirnya perekonomian masyarakat juga ikut terganggu,” tegasnya.

Baca Juga:55 Siswa SDN 1 Dompyong Wetan Dilepas, Pesan Guru: Lanjutkan Perjuangan dan Raih Cita-CitaKTH Paguyuban Silihwangi Majakuning Bersihkan Eceng Gondok Waduk Darma

Pihaknya menjelaskan, Waduk Darma bukan hanya ikon pariwisata Kabupaten Kuningan, tetapi juga menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor perikanan dan pertanian. Karena itu, ancaman eceng gondok tidak boleh dipandang hanya sebagai persoalan lingkungan semata.

Menurutnya, eceng gondok memiliki kemampuan berkembang biak yang luar biasa cepat karena dapat bereproduksi secara vegetatif maupun generatif. Karakter tersebut membuat gulma air itu mampu menyebar dalam waktu singkat dan sulit dikendalikan apabila tidak dilakukan penanganan secara berkelanjutan.

“Secara vegetatif maupun generatif, eceng gondok bisa berkembang sangat pesat tanpa terkendali. Karena itu penanganannya harus dilakukan terus-menerus dan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah,” ujarnya.

Bupati menegaskan, seluruh pihak yang memperoleh manfaat ekonomi dari keberadaan Waduk Darma harus ikut terlibat dalam upaya penyelamatan waduk. Mulai dari pelaku usaha wisata, pengelola kawasan, komunitas hingga masyarakat sekitar diminta mengambil peran nyata.

Ia mengaku akan melakukan evaluasi terhadap pihak-pihak yang hanya menikmati keuntungan dari aktivitas wisata tanpa menunjukkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan waduk.

“Yang bisnis ini jangan hanya mengambil cuannya saja tanpa perhatian yang setimpal. Jangan semua dibebankan kepada pemerintah dan APBD. Semua harus ikut bertanggung jawab,” katanya dengan nada tegas.

0 Komentar