Hiruk-pikuk PCMB Jawa Barat Tahun 2026, Ribuan Siswa Kunci Status

Hiruk-pikuk PCMB Jawa Barat Tahun 2026
SEMPAT PANIK: Situasi PCMB di SMAN 1 Cirebon, Kamis siang lalu (11/6/2026). Saat ini layanan digital PCMB Jawa Barat memasuki fase krusial pasca-pengumuman serentak pada Sabtu (13/6/2026). Foto; Ade Gustiana/Radar Cirebon
0 Komentar

Hak opsi menolak ini menjadi pilihan darurat bagi siswa yang merasa lokasi sekolah rekomendasi tidak sesuai dengan ekspektasi awal, tapi tetap diperbolehkan mengikuti pendaftaran SPMB reguler (Tahap 1 atau Tahap 2) sesuai jalur yang tersedia.

Langkah pengalihan berkas ini juga membawa berkah tersendiri bagi sektor swasta, salah satunya SMA Telkom Sekar Kemuning yang berstatus Sekolah Swasta Kerja sama (SSK). Grafik pendaftaran di sekolah swasta tersebut mendadak melonjak tajam akibat menerima limpahan calon siswa yang tidak lolos seleksi Sekolah Maung SMAN 2 Cirebon.

Ketidakpastian regulasi membuat banyak orang tua murid masih bertanya-tanya mengenai cetak biru tahapan selanjutnya. Dinas Pendidikan Jawa Barat menegaskan bahwa pasca-fase pemetaan ini berakhir, gerbang pendaftaran akan langsung dialihkan menuju SPMB reguler yang dibagi ke dalam dua tahapan utama.

Baca Juga:Target Rampung Akhir Tahun, BBWS Prioritaskan Pembangunan Tanggul Baru SukalilaLancar, Masih Sesuai Rencana, Pemulangan Jamaah Haji Indonesia dari Arab Saudi

SPMB Tahap 1 akan difokuskan secara khusus untuk menyerap kuota dari Jalur Afirmasi Ekonomi (KETM), kaum disabilitas, serta Jalur Prestasi kejuaraan maupun nilai rapor murni.

Sementara itu, untuk SPMB Tahap 2, pendaftaran akan dibuka secara spesifik untuk mengakomodasi Jalur Zonasi murni berbasis jarak domisili terdekat serta Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua atau Anak Guru dengan sisa porsi pagu yang tersedia.

Bagi calon siswa yang sebelumnya telah memilih opsi “Menolak Status” pada pengumuman PCMB, mereka diwajibkan untuk melakukan input data ulang secara mandiri melalui aplikasi pendaftaran sesuai dengan lini masa jalur yang dipilih.

Sementara itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat harus menyampaikan permohonan maaf terkait erornya website PCMB di hari pengumuman pada Sabtu kemarin (13/6/2026). Hal itu disampaikan langsung Kadisdik Jabar, Purwanto.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dinas Pendidikan, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para orang tua dan calon murid dalam mengakses pengumuman hasil PCMB,” kata Purwanto dalam sesi konferensi pers secara daring.

Purwanto melanjutkan, masalah website PCMB itu disebabkan salah satunya karena antusiasme masyarakat yang tinggi. Sehingga website atau aplikasi mengalami kendala. “Itu karena antusiasme yang sangat tinggi. Mereka mengakses sistem secara serentak. Namun kami pastikan, secara keseluruhan sebenarnya sistem dalam kondisi memadai, stabil, dan aman. Lalu kendala tampilan yang terjadi dikarenakan sistem sedang melakukan optimalisasi pada fitur-fitur pengumuman,” bebernya.

0 Komentar