Berdasarkan pengamatannya di lapangan, Nandar menilai tutupan eceng gondok di sejumlah titik Waduk Darma sudah cukup dominan. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dikhawatirkan tidak hanya mengganggu fungsi waduk sebagai sumber air dan perikanan, tetapi juga menurunkan kenyamanan wisatawan yang berkunjung.
Karena itu, ia menilai kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas lingkungan, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi langkah tepat untuk mengendalikan penyebaran gulma air tersebut.
“Kondisinya memang sudah cukup dominan. Mudah-mudahan dengan penanganan bersama seperti ini, eceng gondok yang menutupi perairan bisa teratasi dan diangkat sehingga fungsi waduk dapat kembali optimal,” ungkapnya.
Baca Juga:Kejaksaan Pelototi Penerima MBG di Kuningan, 390 Ribu Penerima Manfaat Jadi PrioritasKunci Bersama Dorong Percepatan Infrastruktur untuk Tingkatkan Ekonomi Kawasan
Lebih jauh, Nandar berharap gerakan bersama tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat atau seremonial belaka. Menurutnya, upaya menjaga Waduk Darma harus dilakukan secara berkelanjutan agar kawasan tersebut tetap menjadi aset lingkungan yang sehat, sumber ekonomi masyarakat, sekaligus destinasi wisata unggulan Kabupaten Kuningan.
Semangat itu dirangkum dalam pesan yang terus digaungkan Paguyuban Silihwangi Majakuning, yakni Ngajaga alam, miara kahirupan menjaga alam demi keberlangsungan kehidupan. Dengan gotong royong seluruh elemen masyarakat, mereka optimistis Waduk Darma dapat terbebas dari ancaman eceng gondok dan kembali tampil sebagai kebanggaan wisata Kuningan. (ags)
