Ia menekankan bahwa perjuangan aspirasi tidak berhenti saat usulan diajukan. Menurutnya, diperlukan pengawalan yang konsisten hingga proses pembahasan dan penetapan APBD Provinsi Jawa Barat.
“Kalau sudah masuk SIPD Provinsi akan saya kawal terus. Pengalaman menunjukkan banyak usulan yang akhirnya tidak terealisasi karena tidak ada yang mengawal sampai tahap akhir. Di sinilah pentingnya keberadaan wakil rakyat asal Kuningan di tingkat provinsi,” tegasnya.
Politisi PAN tersebut juga mengingatkan pentingnya keterwakilan daerah di parlemen provinsi. Menurutnya, keberadaan legislator asal Kuningan menjadi jembatan strategis agar kebutuhan masyarakat daerah tidak kalah bersaing dengan daerah lain dalam perebutan alokasi anggaran pembangunan.
Baca Juga:Digitalisasi Aset hingga Sekolah Unggulan Jadi Fokus Pendidikan KuninganAncaman Eceng Gondok di Waduk Darma Dorong KTH Paguyuban Silihwangi Turun Tangan
“Hasil reses ini nantinya akan kami sampaikan dalam rapat paripurna DPRD Jawa Barat sebagai bagian dari aspirasi masyarakat yang harus diperjuangkan bersama,” ujarnya.
Selain menyoroti persoalan pembangunan desa, Toto juga menjelaskan potensi besar yang dapat lahir dari keberadaan Koperasi Desa Merah Putih. Menurutnya, program nasional tersebut tidak hanya menjadi instrumen penguatan ekonomi desa, tetapi juga dapat terhubung langsung dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini tengah digulirkan pemerintah.
Ia menjelaskan, KDMP berpeluang menjadi pemasok berbagai kebutuhan bahan baku untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG. Dengan demikian, rantai pasok kebutuhan pangan dapat melibatkan langsung petani, peternak, dan pelaku usaha desa.
“Kalau bahan baku MBG bisa disuplai dari KDMP, maka uang akan berputar di desa. Ekonomi masyarakat bergerak, harga kebutuhan lebih terjangkau, koperasi memperoleh keuntungan, dan pada akhirnya bisa meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes),” paparnya.
Tak hanya itu, keberadaan koperasi desa juga dinilai mampu membuka lapangan kerja baru bagi generasi muda. Melalui pengelolaan koper, banyak tenaga kerja yang akan terserap. (ags)
