“Masih ada saja ortu nanya, misalnya tentang waktu daftar ulang kapan, ada juga orang tua yang bertanya harus seperti apa karena anaknya tidak masuk ke pilihan 1, pilihan 2 maupun pilihan 3. Dijelaskanlah di bagian informasi. Pasti masih ada saja orang tua yang penasaran,” imbuh Karnengsih.
Di balik penutupan kuota reguler tersebut, SMAN 1 Cirebon ternyata masih menyisakan satu celah kosong khusus. Slot kosong ini berada pada jalur afirmasi Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM). Berdasarkan data rekapitulasi internal, kuota khusus warga miskin ini justru belum memenuhi target daya tampung yang disediakan oleh pemerintah provinsi.
Dinas Pendidikan memberikan jatah kuota KETM di SMAN 1 Cirebon sebanyak 113 kursi. Namun, hingga fase PCMB berakhir, jumlah pendaftar yang lolos verifikasi berkas kemiskinan baru mencapai 95 anak. Artinya, sekolah ini masih kekurangan 18 pendaftar khusus untuk mengisi sisa kursi jalur afirmasi tersebut. Sisa kuota KETM inilah yang nantinya akan didorong untuk dibuka kembali pada pelaksanaan Tahap 2 pada 30 Juni hingga 6 Juli 2026 mendatang.
Baca Juga:Inggris vs Kroasia, Saatnya Ulangi Kejayaan 1966Gelombang Pertama Lancar, Pemulangan Jamaah Haji Indonesia dari Tanah Suci
Situasi serupa terjadi di SMAN 6 Cirebon. Tetangga SMAN 1 Cirebon ini juga mengumumkan penutupan total untuk seluruh operasional SPMB Tahap 1. Seluruh bangku di setiap rombongan belajar telah terkunci oleh sistem aplikasi pusat berdasarkan hasil kelulusan PCMB yang diumumkan sebelumnya.
Sekretaris SPMB SMAN 6 Cirebon, Lily Solichah, menegaskan kebijakan penutupan ini diambil murni karena kepatuhan pada sistem kuota daring. Pihak sekolah tidak memiliki kewenangan mandiri untuk menambah kursi di luar hasil pemetaan resmi Dinas Pendidikan Jawa Barat.
“Kami sudah tidak membuka SPMB tahap 1 atau 2 karena kuota siswa sudah terpenuhi di Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB). Tapi, masih ada saja orang tua yang datang ke sekolah menanyakan terkait pendaftaran, ya kami jelaskan bahwa kuota kami sudah terpenuhi,” kata Lily, Rabu (17/6/2026).
Langkah penutupan di tingkat sekolah favorit ini berjalan beriringan dengan rilis panduan resmi dari pemerintah provinsi. Melalui akun Instagram resminya, Dinas Pendidikan Jawa Barat mengunggah infografis alur dan jadwal terbaru untuk pelaksanaan SPMB Tahap 1 2026. Panduan visual ini disebarkan untuk memberikan kejelasan rute bagi calon murid yang statusnya belum terpetakan.
