Memantau SPMB Jawa Barat 2026, Kuota PCMB Ludes, Sekolah Favorit Tutup Pendaftaran Tahap 1

SMAN 1 Cirebon, SPMB Jawa Barat 2026
LENGANG: Lobi SMAN 1 Cirebon terpantau jauh lebih lengang, Rabu (17/6/2026). Foto: Ade Gustiana/Radar Cirebon
0 Komentar

Dalam infografis menunjukkan bahwa masa pendaftaran dan verifikasi dijadwalkan berlangsung pada tanggal 15, 17, 18, dan 19 Juni 2026. Di sana dijelaskan bahwa Tahap 1 ini hanya diperuntukkan bagi empat kategori calon murid: mereka yang menolak hasil PCMB, yang belum terpetakan pada jalur prestasi/mutasi/domisili/afirmasi, yang tidak diterima di Sekolah Maung, serta calon murid yang sama sekali belum mengikuti proses pemetaan awal.

Unggahan itu juga menegaskan bahwa bagi calon murid yang sudah terpetakan pada PCMB jalur Prestasi atau Mutasi dan menyetujui hasilnya, mereka tidak perlu melakukan pendaftaran ulang di Tahap 1. Sistem digital akan secara otomatis memasukkan nama mereka sebagai nominatif dalam Rapat Dewan Guru. Ditegaskan pula bahwa kuota pada Tahap 1 ini murni merupakan sisa kuota yang masih tersedia setelah proses PCMB selesai.

Rangkaian proses akan dilanjutkan dengan pelaksanaan Uji Kompetensi pada 22 Juni 2026. Satu hari berikutnya, tepatnya 23 Juni 2026, giliran Rapat Dewan Guru yang akan digelar serentak di setiap satuan pendidikan. Alur kemudian bergerak ke tahap Koordinasi Kepala Sekolah dengan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah pada 24 Juni 2026.

Baca Juga:Inggris vs Kroasia, Saatnya Ulangi Kejayaan 1966Gelombang Pertama Lancar, Pemulangan Jamaah Haji Indonesia dari Tanah Suci

Puncak dari Tahap 1 ini adalah Pengumuman Hasil Seleksi yang dijadwalkan keluar pada 25 Juni 2026. Pengumuman ini mencakup daftar calon murid dalam kuota yang menyetujui hasil PCMB serta hasil seleksi pendaftar baru untuk mengisi sisa kuota. Bagi siswa yang dinyatakan lolos, proses akhir berupa Daftar Ulang wajib dilaksanakan pada tanggal 26 dan 29 Juni 2026 dengan menyertakan dokumen fisik asli ke sekolah tujuan.

Pengetatan sistem zonasi dan pemetaan di awal ini sengaja dirancang untuk memecah penumpukan pendaftar di satu sekolah. Dengan habisnya kuota di sekolah-sekolah favorit semenjak fase awal, calon peserta didik yang belum terakomodasi kini dipaksa secara sistemis untuk mengalihkan pilihan mereka ke sekolah swasta mitra atau sekolah negeri lain yang lokasinya belum memenuhi ambang batas maksimal daya tampung. (*)

0 Komentar