RADARCIREBON.ID – Rencana pembangunan Jalan Lingkar Timur Selatan (JLTS) Kabupaten Kuningan memasuki tahap yang semakin konkret.
Pemerintah Kabupaten Kuningan menargetkan ruas awal sepanjang 5 kilometer dapat mulai berfungsi dan terhubung dengan jaringan jalan kabupaten pada 2027, seiring menguatnya dukungan dari pemerintah pusat terhadap proyek infrastruktur strategis tersebut.
Kepastian itu mengemuka saat kunjungan lapangan Komisi V DPR RI bersama jajaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ke lokasi rencana pembangunan JLTS.
Baca Juga:Ditonton Bupati dan Pejabat Daerah, Pesik Kuningan Lolos ke Babak 16 Besar NasionaKandang Ternak di Kuningan Kebakaran, Ribuan Burung Puyuh Mati dan Kerugian Ratusan Juta
Kunjungan tersebut menjadi sinyal positif bagi percepatan proyek yang telah lama dinantikan masyarakat Kuningan.
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengatakan JLTS merupakan kelanjutan dari pembangunan Jalan Lingkar Timur Utara yang selama ini terbukti mampu meningkatkan konektivitas wilayah dan mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurut Dian, ruas jalan sepanjang 9,5 kilometer itu akan menjadi infrastruktur strategis yang tidak hanya berfungsi mengurai kepadatan lalu lintas, tetapi juga membuka akses baru bagi pengembangan investasi, perdagangan, jasa, dan pariwisata.
“Jalan Lingkar Timur Selatan ini merupakan tindak lanjut dari Jalan Lingkar Timur Utara. Dengan dukungan pemerintah pusat dan Komisi V DPR RI, saya yakin jalan ini akan menjadi jalur utama yang mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, investasi, pariwisata, jasa, dan perdagangan di Kabupaten Kuningan,” ujar Dian, Kamis (18/6).
Ia menjelaskan, keberadaan JLTS menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya mobilitas masyarakat serta tingginya kunjungan wisatawan ke Kabupaten Kuningan, terutama pada akhir pekan dan musim libur panjang.
Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di wilayah timur Jawa Barat, Kuningan dinilai membutuhkan infrastruktur jalan yang memadai agar akses menuju berbagai kawasan wisata semakin lancar dan nyaman.
“Kuningan kini menjadi salah satu tujuan wisata unggulan di Jawa Barat bagian timur. Dengan hadirnya JLTS, arus lalu lintas akan semakin lancar sekaligus membuka akses baru yang mendukung pertumbuhan kawasan wisata dan investasi,” katanya.
Baca Juga:Polres Kuningan Bongkar Peredaran Tembakau Sintetis, 4 Pelajar DiamankanSatlantas Kuningan Salurkan Bantuan Pupuk dan Herbisida untuk Petani
Sementara itu, Kementerian PUPR mengungkapkan terdapat dua alternatif skema pembiayaan yang dapat digunakan untuk merealisasikan pembangunan JLTS. Opsi pertama melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) yang memungkinkan pembangunan dilakukan lebih cepat dengan skema pendanaan multiyears.
