Formulasi subsidi dari pemerintah provinsi tersebut menjadi pembeda utama dengan struktur pembiayaan mandiri pada dua program lainnya. Pada dasarnya, program full day komersial seharga Rp300.000 per bulan memiliki ekuivalensi penuh dengan program SSK.
Kedua program non-asrama ini menerapkan parameter operasional yang identik, mulai dari fasilitas ruang ber-AC, rasio kelas kecil maksimal 20 siswa, hingga durasi waktu belajar yang masuk pukul 07.00 dan pulang pukul 16.00 WIB. Perbedaan mencolok hanya terletak pada aspek nomenklatur istilah jalur masuk dan sumber pendanaannya.
Sementara itu, untuk klaster program boarding, total biaya yang dibebankan kepada wali murid berada di angka Rp1,7 juta per bulan. Nominal tersebut sudah mencakup fasilitas tempat tinggal di asrama, kamar, dan jaminan makan tiga kali sehari. Pihak manajemen sekolah menjamin tidak ada pembedaan kualitas output pelayanan akademik antar-ketiga lini program tersebut. (*)
