Menjaga Nyala Kemanusiaan dari Cirebon untuk Dunia

BSMI Kota Cirebon
SEDERHANA: Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Kota Cirebon merayakan milad ke-24, Minggu (21/6). FOTO: ABDULLAH/RADAR CIREBON
0 Komentar

Salah satu misi yang paling dikenal adalah pengiriman Emergency Medical Team (EMT) Indonesia ke Gaza, yang diperkuat oleh 14 dokter spesialis untuk menangani korban konflik dan krisis kemanusiaan.

Di sela kegiatan itu, Oom menegaskan bahwa tantangan kemanusiaan ke depan tidak semakin ringan. Perubahan iklim, bencana yang semakin sering terjadi, hingga krisis kesehatan global menjadi pekerjaan besar yang harus dihadapi bersama.

“Tantangan semakin kompleks. Karena itu, kami terus memperkuat relawan, tenaga medis, dan jejaring agar bisa merespons lebih cepat dan tepat,” katanya.

Baca Juga:Hiburan dan Promo Meriahkan Hajatan FIFGROUP Maidea Hariyanindita, Lulusan Terbaik Pesantren Al Hikmah 

Namun, di balik semua narasi besar itu, pagi di Masjid Al Muhajirin tetap terasa sederhana. Para lansia masih duduk rapi, menyimak, sesekali tersenyum. Ada yang mencatat, ada yang sekadar mendengarkan dengan tenang.

Bagi mereka, mungkin ini bukan sekadar peringatan milad sebuah organisasi. Ini adalah ruang kecil di mana ilmu kesehatan, perhatian, dan kepedulian bertemu dalam satu waktu yang hangat.

Di akhir acara, suasana kembali mencair. Sejumlah kejutan kecil diberikan, termasuk apresiasi kepada para tenaga pendidik dan relawan yang selama ini terlibat. Semua itu menutup hari dengan pesan yang sama: kemanusiaan tidak selalu harus besar dan megah, tetapi bisa hadir dalam ruang-ruang sederhana seperti ini.

Dari Cirebon, BSMI kembali menegaskan satu hal: pengabdian tidak pernah mengenal batas, bahkan usia. Dan di antara para lansia yang tersenyum pagi itu, pesan itu terasa hidup. (*/adv)

Laman:

1 2
0 Komentar