RADARCIREBON.ID – Pemerintah Desa Jungjang Wetan Kecamatan Arjawinangun meminta Pemerintah Kabupaten Cirebon melanjutkan penanganan tanggul kritis di sepanjang Sungai Winong meski tiga titik tanggul yang jebol akibat banjir akhir 2025 telah selesai diperbaiki.
Kuwu Desa Jungjang Wetan, Jahuri mengatakan, perbaikan tiga titik tanggul di bagian hulu Sungai Winong menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko banjir yang selama ini mengancam permukiman dan lahan pertanian warga.
Namun, menurutnya, masih terdapat tanggul rusak di Kawasan Blok Karangdawa yang membutuhkan penanganan secepatnya.
Baca Juga:Bentuk Satgas Sungai, Siapkan Pemasangan Trash BarrierPedagang Desak Usut Tuntas Penyebab Kebakaran, Pasar Tegalgubug Dua Kali Terbakar dalam Sepekan
“Alhamdulillah, tiga titik tanggul yang jebol sudah diperbaiki. Kami mengucapkan terima kasih kepada bupati dan wakil bupati Cirebon, serta Dinas PUTR yang telah merespons aspirasi masyarakat,” ujar Jahuri, Senin (3/8).
Dijelaskannya, realisasi perbaikan tersebut merupakan tindak lanjut dari audiensi yang dilakukan pemerintah desa bersama warga, organisasi kemasyarakatan, dan dinas terkait di Kantor Bupati Cirebon.
Menurutnya, hanya beberapa hari setelah audiensi, pekerjaan perbaikan langsung dilaksanakan.
Meski demikian, Jahuri menilai, penanganan belum sepenuhnya tuntas. Pasalnya, masih ada tanggul di Blok Karangdawa yang kondisinya rusak dan berpotensi kembali memicu banjir saat debit Sungai Winong meningkat pada musim hujan.
Lebih lanjut, dikatakan Jahuri, banjir yang terjadi pada Desember 2025 menyebabkan tiga titik tanggul jebol hingga merendam sekitar 120 hektare lahan pertanian.
Material longsoran dari tanggul menimbun tanaman padi sehingga banyak petani mengalami gagal panen. Selain itu, sejumlah kambing milik warga dilaporkan mati terseret banjir.
“Bronjong yang baru dibuat sempat amblas lagi. Banyak kambing warga mati karena banjir, sementara tanaman padi tertimbun tanah sehingga petani gagal panen,” katanya.
Pihaknya berharap, Pemkab Cirebon dapat melanjutkan perbaikan seluruh tanggul yang masih rusak serta melakukan normalisasi Sungai Winong.
Baca Juga:Pelibatan APH Kurang Tepat, Kepatuhan Pajak Bergantung pada Manfaat yang Dirasakan MasyarakatCirebon Siap Gelar Festival Topeng Internasional 2026
“Perbaikan tanggul dan normalisasi sungai penting untuk meminimalkan risiko banjir sekaligus melindungi permukiman dan lahan pertanian warga dari bencana serupa pada musim hujan mendatang,” pungkasnya. (awr)
