Surabraja Kuasai Pasar Tiga Generasi, Inovasi Produk Premium dan Eksistensi 66 Tahun Menjaga Warisan Resep Pus

PT SBCR Surabraja
VARIAN BARU: Produk baru PT SBCR Surabraja resmi diperkenalkan. Diharapkan mampu menjadi \"teman dapur\" kebutuhan masakan rumah tangga, bisnis maupun industri. FOTO: ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – PT Siraj Badawi Cukup Rupiah (SBCR) Surabraja genap berusia 66 tahun. Produsen saus legendaris asal Cirebon ini memperingati hari jadinya pada Kamis (25/6/2026).

Perusahaan menegaskan posisinya sebagai sahabat kuliner khas Nusantara yang sukses mempertahankan warisan rasa lintas generasi dan menembus pasar ekspor hingga ke Arab Saudi.

Usia 66 tahun menandai keberhasilan transisi kepemimpinan perusahaan. Bisnis keluarga ini kini dikelola oleh generasi ketiga. Generasi pertama bertindak sebagai perintis, generasi kedua fokus pada perluasan distribusi, dan generasi ketiga mengemban misi mempertahankan serta mengembangkan warisan bisnis. Perusahaan menepis mitos bahwa generasi ketiga adalah titik kehancuran bisnis keluarga.

Baca Juga:Seleksi Direksi BUMD di Kota Cirebon Mandek, Salah Satu Kandidat Kuat Meninggal DuniaKolaborasi Bapenda Cirebon dan KPP Pratama II, Sasar 88 Lokasi Usaha lewat Mapag Data

“Surabraja ingin membuktikan bahwa anggapan generasi ketiga menjadi titik kehancuran perusahaan keluarga tidak selalu benar,” ujar Presiden Direktur PT SBCR Dr Ir Adam Safitri ST MT IPM, Kamis (25/6/2026).

Momentum milad ini juga ditandai dengan peluncuran dua produk premium baru. Pertama, Saus Cabe Tjukup Esbe ukuran 135 ML. Kedua, Sambal Bangkok ukuran 275 ML.

Sambal Bangkok dihadirkan sebagai saus asam manis (sweet chili sauce) untuk merespons tren pasar kuliner kekinian sejak 2010. Produk premium ini mengombinasikan resep pusaka tahun 1960 dengan selera modern masyarakat. Target utamanya adalah kalangan muda yang gemar mengonsumsi dimsum, camilan, makanan Korea, serta hidangan Jepang. Respons pasar dalam negeri terhadap varian baru ini diklaim sangat positif.

Eksistensi panjang Surabraja ditopang oleh implementasi prinsip manajemen 4K. Empat pilar tersebut meliputi kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan keterjangkauan.

Kualitas diwujudkan melalui kepatuhan standar BPOM, sertifikasi halal, kebersihan, dan konsistensi rasa yang tidak berubah sejak era 1960-an. Kuantitas memastikan kapasitas produksi mampu menyuplai kebutuhan pasar nasional secara merata. Kontinuitas menjamin produk tidak pernah absen di pasar tradisional maupun dapur konsumen. Keterjangkauan memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati produk berkualitas dengan harga ekonomis.

“Prinsip inilah yang menjadi fondasi perjalanan Surabraja hingga mampu bertahan selama 66 tahun,” jelas Adam.

Perayaan hari jadi ke-66 ini melibatkan seluruh karyawan perusahaan. Acara dikemas dalam beberapa rangkaian kegiatan, mulai dari sharing session mengenai perkembangan bisnis industri pangan, pengundian doorprize bagi internal, hingga aksi kepedulian sosial.

0 Komentar