Menurutnya, naskah-naskah kuno bukan hanya menyimpan teks dan cerita masa lalu, tetapi juga merekam perkembangan bahasa, tradisi intelektual, hingga dinamika sosial masyarakat pada zamannya. “Masih banyak kekayaan budaya Cirebon yang belum terungkap. Ini bisa menjadi peluang penelitian bagi generasi muda maupun akademisi,” katanya.
Seminar tersebut menjadi wadah untuk memperkenalkan kekayaan manuskrip Cirebon kepada kalangan guru dan mahasiswa sekaligus mendorong upaya pelestarian naskah kuno sebagai warisan budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi. (*)
