“Kami masih mengumpulkan data untuk mengetahui penyakit apa saja yang paling banyak muncul selama musim kemarau ini,” ujarnya.
Di tengah teriknya cuaca, pesan Dinas Kesehatan sederhana namun penting: jangan menunggu tubuh memberi tanda kelelahan. Minum air yang cukup, kurangi paparan sinar matahari langsung, dan jaga pola hidup sehat menjadi bekal utama agar tetap bugar menghadapi musim kemarau.
Sebab, panas matahari mungkin tak bisa dihindari, tetapi dampaknya terhadap kesehatan dapat dicegah dengan kesadaran dan kebiasaan hidup yang baik. (*)
