RADARCIREBON.ID–Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi mengingatkan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan agar menjauhi praktik judi online (judol). Selain berpotensi menjerumuskan seseorang ke dalam persoalan ekonomi dan keluarga, aktivitas tersebut dinilai dapat mengancam integritas serta merusak kepercayaan masyarakat terhadap aparatur pemerintah.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Dian saat membuka Sosialisasi Pencegahan Judi Online bagi ASN Pemkab Kuningan di Aula Bank Jabar Banten (BJB) Cabang Kuningan, Selasa (11/8/2026). Kegiatan yang digelar Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kuningan itu diikuti 125 peserta dan dapat disaksikan ASN lainnya melalui live streaming/siaran langsung.
Dian menilai judi online kini telah berkembang menjadi persoalan yang lebih luas. Menurutnya, aktivitas tersebut tidak lagi sebatas persoalan kriminalitas, tetapi telah berdampak terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
Baca Juga:Rumah dan Usaha Fotokopi di Tajur Buntu Pancalang Kebakaran, Pemilik Rugi Ratusan Juta RupiahLansia 74 Tahun Hilang Saat Cari Kayu di Kawasan Hutan Ditemukan Meninggal
“Judi online yang tadinya isu kriminal sekarang bergeser menjadi isu sosial-ekonomi yang menyentuh kepada sendi-sendi kehidupan masyarakat,” ujar Bupati Dian.
Ia menjelaskan, seseorang kerap terjebak judi online setelah merasakan kemenangan awal yang membuat aktivitas tersebut terlihat sebagai cara mudah memperoleh keuntungan. Ketika mengalami kekalahan, muncul dorongan untuk mengembalikan modal sehingga taruhan terus dilakukan dan semakin sulit dihentikan.
Dampak yang ditimbulkan, lanjut Dian, dapat berkembang dari persoalan keuangan hingga masalah keluarga dan sosial. Seseorang yang terlilit judi online dapat kehilangan aset, menumpuk utang, mengalami keretakan rumah tangga, bahkan terdorong melakukan tindakan kriminal.
Karena itu, Dian menegaskan bahwa judi tidak dapat dijadikan jalan untuk memperoleh kesejahteraan. Ia mengingatkan ASN agar tidak tergoda keuntungan sesaat yang justru dapat menimbulkan kerugian lebih besar.
“Tidak ada yang kaya karena judi. Yang ada malah kesusahan,” katanya.
Dian menekankan bahwa kepercayaan publik merupakan bagian penting dalam menjalankan tugas pelayanan pemerintahan. Karena itu, ASN harus mampu menjaga reputasi pribadi sekaligus nama baik institusi.
“Kalau ASN, ini berkaitan dengan komitmen dan integritas. Reputasi dan trust, kepercayaan masyarakat terhadap aparatur sipil negara, semakin drastis berkurang,” tegasnya.
