Pemkot Cirebon Gelar Apel Siaga Bencana, Menegangkan, Simulasi Penyelamatan dari Atas Gedung 

evakuasi dari ketinggian
SIMULASI: Dengan peralatan keselamatan dan teknik evakuasi dari ketinggian, petugas menurunkan korban dari atas gedung secara bertahap. FOTO: ABDULLAH/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Suasana di Grage City Mall (GCM), Selasa (11/8/2026), mendadak berubah tegang. Sejumlah petugas bersiap di ketinggian gedung, sementara perhatian para tamu undangan tertuju ke atas. Sesaat kemudian, aksi penyelamatan korban bencana diperagakan. Dengan peralatan keselamatan dan teknik evakuasi dari ketinggian, petugas menurunkan korban dari atas gedung secara bertahap.

Atraksi tersebut menjadi bagian dari apel siaga bencana yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon. Aksi itu sekaligus menunjukkan kesiapan petugas menghadapi kondisi darurat yang sewaktu-waktu dapat terjadi di tengah masyarakat.

Walikota Cirebon Effendi Edo, Wakil Walikota Siti Farida Rosmawati, Sekretaris Daerah (Sekda) Iing Daiman, serta sejumlah tamu undangan menyaksikan langsung simulasi tersebut.

Baca Juga:Rp4,6 Miliar untuk Pembebasan Lahan, Pembangunan TPST Gempol oleh InvestorBidik Teknologi PSEL untuk Olah Seribu Ton Sampah 

Bagi Pemerintah Kota Cirebon, simulasi bukan sekadar pertunjukan. Kesiapsiagaan menghadapi bencana harus dibangun sebelum bencana benar-benar terjadi.

Effendi mengatakan, Pemkot Cirebon terus memperkuat mitigasi bencana melalui berbagai langkah, baik secara struktural maupun nonstruktural. Upaya tersebut dilakukan untuk menekan risiko sekaligus mengurangi dampak bencana terhadap masyarakat.

“Upaya ini dilakukan melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BBWS Cimanuk-Cisanggarung,” ujar Effendi.

Dari sisi struktural, sejumlah pekerjaan telah dilakukan. Di antaranya penataan kawasan Sungai Sukalila, pembangunan senderan dan pintu air, pembenahan drainase Sungai Suba, penanggulangan alur Sungai Argasunya, pemasangan trash barrier atau penghalang sampah, hingga normalisasi drainase Jalan Cipto.

Namun, kesiapsiagaan tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik. Masyarakat juga harus memiliki pengetahuan dan kemampuan menghadapi bencana.

Karena itu, Pemkot Cirebon membentuk 12 Kelurahan Tangguh Bencana dan lima Kecamatan Tangguh Bencana. Di sektor pendidikan, empat satuan pendidikan aman bencana juga telah dibentuk dan 75 fasilitator dilatih.

Rambu-rambu jalur evakuasi pun dipasang di sejumlah fasilitas publik hingga tingkat RW. Langkah tersebut diharapkan membuat masyarakat lebih siap menentukan tindakan ketika bencana terjadi.

Baca Juga:Penuh Lubang, Aspal Mengelupas, Jalan dr Cipto Mangunkusumo Kota Cirebon RusakJalan Ambles Makin Parah, Pemkab Cirebon Didesak Segera Lakukan Perbaikan 

Upaya tersebut turut berkontribusi terhadap capaian Kota Cirebon yang mampu mempertahankan kategori risiko bencana sedang dari BNPB selama dua tahun berturut-turut.

“Berkat berbagai upaya terorganisir ini, Kota Cirebon berhasil mempertahankan kategori risiko bencana sedang dari BNPB selama dua tahun berturut-turut,” kata Effendi.

0 Komentar