Dinkes Ingatkan Warga Cirebon Jaga Kesehatan

Cuaca panas Kota Cirebon
WASPADA: Cuaca panas Kota Cirebon dan kondisi lingkungan yang kering berpotensi memicu sejumlah gangguan kesehatan. FOTO: SENO DWI PRIYANTO/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Matahari belum tepat berada di atas kepala, tetapi panasnya sudah terasa menyengat. Jalanan Kota Cirebon tampak berkilau diterpa sinar matahari, sementara sebagian warga memilih berteduh di bawah rindangnya pepohonan atau kanopi pertokoan untuk menghindari sengatan cuaca.

Musim kemarau tahun ini menghadirkan suhu yang terasa lebih tinggi dari biasanya. Kondisi tersebut membuat masyarakat tidak hanya harus beradaptasi dengan udara yang semakin panas, tetapi juga meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai gangguan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, dr Siti Maria Listiyawati, mengatakan cuaca panas selama musim kemarau dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit, mulai dari dehidrasi hingga gangguan kulit.

Baca Juga:PDIP Menilai, Blusukan Jokowi Berkaitan dengan Upaya Memperkuat Gibran-Kaesang di Pemilu 2029Viral! Akun yang Mengaku Peserta Latsarmil Ungkap Pengalaman: Tidur Hanya 3 Jam, PBB 6 Jam, hingga Kekurangan

“Cuaca panas dan kondisi lingkungan yang kering membuat masyarakat lebih rentan mengalami dehidrasi. Selain itu, risiko kulit kering maupun alergi juga meningkat,” ujarnya kepada Radar Cirebon.

Di tengah aktivitas sehari-hari, kebutuhan cairan tubuh menjadi hal yang tak boleh diabaikan. Dinkes mengimbau masyarakat memperbanyak konsumsi air putih agar tubuh tetap terhidrasi. Asupan cairan yang cukup juga membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil dan mengurangi risiko heat stroke akibat paparan panas berlebih.

Selain menjaga kecukupan cairan, masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan pada siang hari ketika intensitas sinar matahari sedang tinggi. Jika harus beraktivitas, penggunaan topi, payung, atau mencari tempat berteduh menjadi langkah sederhana yang dapat mengurangi paparan panas secara langsung.

Tak hanya itu, menjaga kesehatan kulit juga menjadi perhatian. Penggunaan pelembap atau lotion dapat membantu mencegah kulit menjadi kering akibat udara yang panas dan kelembapan yang menurun selama musim kemarau.

“Pola hidup sehat juga tetap harus dijaga, seperti istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, dan berolahraga secara teratur agar daya tahan tubuh tetap optimal,” kata Siti.

Bagi masyarakat yang beraktivitas di lingkungan berdebu, penggunaan masker juga dianjurkan untuk mengurangi risiko gangguan saluran pernapasan. Langkah sederhana tersebut dinilai penting, terutama bagi warga yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan.

Meski cuaca terasa lebih panas, pelayanan kesehatan di Kota Cirebon tetap berjalan normal. Dinas Kesehatan mencatat kunjungan pasien ke puskesmas masih cukup tinggi. Saat ini, pihaknya tengah melakukan pendataan untuk mengetahui sepuluh penyakit yang paling banyak diderita masyarakat selama musim kemarau.

0 Komentar