Lawan Begal, Kapolda Jawa Barat Ajak Peran Orang Tua dan Lingkungan

Lawan Begal, Kapolda Jawa Barat Ajak Peran Orang Tua dan Lingkungan
Lawan Begal, Kapolda Jawa Barat Ajak Peran Orang Tua dan Lingkungan
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Pencegahan aksi kejahatan di Jawa Barat, termasuk begal, dinilai membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dan tidak dapat hanya dibebankan kepada kepolisian. Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto mengajak orang tua, sekolah, dan lingkungan bersama-sama memperkuat pengawasan terhadap anak dan remaja.

Pernyataan tersebut disampaikan Pipit Rismanto saat berada di Kabupaten Kuningan didampingi Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, Selasa (11/8/2026). Menurutnya, berbagai kasus kejahatan yang terjadi di Jawa Barat memiliki latar belakang dan faktor pemicu yang beragam sehingga penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh.

Kapolda mengatakan sebuah tindak kejahatan umumnya tidak muncul tanpa sebab. Karena itu, upaya pencegahan perlu diarahkan untuk mengenali sekaligus mengatasi faktor-faktor yang dapat mendorong seseorang melakukan pelanggaran hukum.

Baca Juga:Polisi Berhasil Bongkar Komplotan Spesialis Pembobol RumahHasil Razia Polres Majalengka Selama Sembilan Hari, 6.426 Botol Miras Dimusnahkan

“Setiap kejadian kejahatan itu tidak berdiri sendiri, pasti ada faktor-faktor pemicu yang lain,” katanya.

Salah satu perhatian kepolisian adalah keterlibatan remaja dalam sejumlah kasus kriminal. Ia menyebut masih terdapat pelaku yang berusia sekolah sehingga peran keluarga menjadi sangat penting dalam membentuk perilaku dan mengawasi aktivitas anak.

Ia mendorong orang tua lebih aktif mengetahui pergaulan, aktivitas, serta kondisi anak agar potensi keterlibatan dalam tindak kriminal dapat dicegah sejak dini.

“Beberapa peristiwa dan beberapa pelaku ini didominasi anak-anak yang masih tergolong remaja dan masih sekolah. Karena itu, kita dorong kepedulian semua pihak. Bukan hanya pemerintah yang peduli, tetapi orang tua juga harus peduli,” ujarnya.

Selain keluarga, sekolah dan lingkungan tempat tinggal juga memiliki peran strategis. Masyarakat diharapkan tidak menutup mata apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan atau mengetahui adanya potensi gangguan keamanan di wilayahnya.

Ia menilai komunikasi dan kepedulian antarelemen masyarakat dapat menjadi sistem pencegahan awal sebelum sebuah persoalan berkembang menjadi tindak kriminal.

Semangat tersebut, lanjutnya, sejalan dengan tagline baru Polda Jawa Barat, yakni Jawara. Tagline tersebut diharapkan tidak hanya menjadi identitas institusi, tetapi juga menjadi semangat bersama untuk menjaga keamanan dan merawat Jawa Barat.

Baca Juga:Musim Kemarau, Dalam Sehari Damkar Indramayu Tangani Empat Insiden KebakaranBUMDes Arya Kamuning Kerahkan Karyawan Telaga Biru dan Sideland dalam Lomba Mini Soccer Sambut HUT RI

Sebelum menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat, ia bersama tim juga telah melakukan penelitian untuk memetakan kondisi keamanan di berbagai wilayah Jawa Barat. Kajian tersebut melibatkan sekitar 10 ribu responden dan mencakup pemetaan persoalan di setiap kabupaten dengan karakteristik yang berbeda.

0 Komentar