RADARCIREBON.ID- NEW JERSEY- Prancis dan Swedia terbilang cukup rutin berjumpa. Itu memang sudah biasa, karena keduanya berasal dari benua Eropa. Nah, di babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026, Prancis bertemu Swedia di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Rabu (1/7/2026). Pertemuan ini adalah yang ke-24 bagi kedua tim menurut catatan dari kanal 11vs11. Kedua kesebelasan sudah bertemu sebanyak 23 kali, baik dalam kompetisi resmi maupun laga uji coba. Dini hari nanti WIB, siapa yang bakal menang di pertemuan ke-24 mereka? (siaran langsung TVRI/FolaPlay/MAXStream, Rabu 1 Juli 2026 pukul 04.00 WIB).
Prancis datang sebagai juara Grup I usai menyapu bersih laga kontra Senegal (3-1), Irak (3-0), dan Norwegia (4-1) dengan kemenangan. Les Bleus –julukan Prancis- berstatus tim tersubur di fase grup berkat koleksi 10 gol dan cuma bobol dua gol dalam tiga laga. Surplus 8 gol merupakan yang terbaik di antara semua kontestan.
Di sisi lain, Swedia datang sebagai tim peringkat ketiga Grup F. Anak asuh Graham Potter sempat menang telak 5-1 atas Tunisia di laga pembuka, lalu balik dibabat Belanda 1-5, sebelum akhirnya menutup fase grup dengan imbang 1-1 kontra Jepang.
Baca Juga:Koperasi Masih Terkendala Lahan, di Kesambi Menyempil di Sudut Lampu MerahKendala Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, Takut Hukum, Anggaran Tak Kunjung Cair
Bicara rekor pertemuan, Prancis jauh lebih unggul atas Swedia. Dalam 23 pertemuan, Les Bleus total mencatat 12 kemenangan, lima imbang, dan enam kekalahan. Prancis punya catatan manis dalam dua pertemuan terakhir melawan skuad Blagult dengan meraih kemenangan di ajang UEFA Nations League (UNL) musim 2020/2021. Pada pertemuan pertama, Les Bleus menang 1-0 dan 4-2 di pertemuan kedua melawan Swedia.
Namun, hasil di pertemuan terakhir tidak bisa dijadikan tolok ukur. Apalagi, pertemuan itu terjadi enam tahun silam. Terlebih, skuad Swedia saat ini cukup kuat dengan dihuni beberapa nama anyar serta dikomandoi pelatih berkualitas, Graham Potter.
Yang jelas, Swedia bukan lawan yang mudah bagi Prancis. Namun, pelatih Didier Deschamps bisa menaruh harapan pada Kylian Mbappe. Striker Real Madrid itu tampil apik di tiga laga fase grup, dengan mencatat empat gol dan dua assist.
