Koperasi Masih Terkendala Lahan, di Kesambi Menyempil di Sudut Lampu Merah

Koperasi Masih Terkendala Lahan
KECIL DAN NYEMPIL: Gerai KKMP Kesambi di Jalan Kesambi Raya, persis di depan Lapas Kelas I Cirebon, Minggu siang (28/6/2026). Kesambi termasuk wilayah yang kesulitan dalam mencari lahan untuk KKMP. Foto: Seno Dwi Priyanto
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) masih terseok-seok. Ada banyak persoalan di daerah. Di Kota Cirebon misalnya, terkendala lahan. Dari 22 kelurahan, baru tiga yang memiliki bangunan yang sesuai syarat 1.000 meter. Sisanya, sulit mencari lahan. Di Kesambi, Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) menyempil di sudut lampu merah.

KKMP Kesambi berada tepat di Jalan Kesambi Raya, berhadapan dengan Lapas Kelas I Cirebon. Pantauan di lapangan, bangunan tampak berada di sudut persimpangan lampu merah Kesambi.

Ukurannya relatif kecil dibanding bangunan koperasi percontohan yang telah dibangun di sejumlah daerah.

Baca Juga:Naskah Kuno Koleksi Museum Pangeran Cakrabuana, Pola Persajakan Kakawin Pada Masa Jawa Kuno dan PertengahanBank Mandiri Taspen dan PNM Gelar Pelatihan Vokasi

Papan nama berukuran besar terpampang di bagian depan. Tulisan Koperasi Kelurahan Merah Putih Kesambi terlihat mencolok dengan dominasi warna merah putih. Di bawahnya tergantung spanduk bertuliskan Warung KKMP Kesambi yang menawarkan sejumlah produk makanan dan minuman.

Namun seluruh pintu kios dalam kondisi tertutup rapat. Rolling door berwarna hijau dan abu-abu terkunci. Tidak terlihat aktivitas transaksi maupun pengunjung yang keluar masuk. Coretan grafiti memenuhi sebagian pintu kios. Beberapa daun kering berserakan di pelataran depan. Bayangan pohon besar yang berdiri tepat di sisi bangunan menutupi Sebagian fasad koperasi.

Posisinya pun terbilang unik. Bangunan koperasi berada di sela lahan sempit dekat tiang lampu lalu lintas. Dari kejauhan, keberadaannya nyaris tertutup pohon besar yang tumbuh di tepi jalan. Meski demikian, lokasi tersebut berada di jalur lalu lintas padat. Kendaraan roda dua dan roda empat silih berganti melintas sepanjang hari. Arus kendaraan dari arah Kesambi menuju pusat Kota Cirebon maupun sebaliknya menjadikan kawasan itu salah satu titik lalu lintas tersibuk.

Pada spanduk warung koperasi tercantum sejumlah produk yang disiapkan. Di antaranya mi instan rebus, mi goreng, teh panas, susu, kopi, hingga minuman kemasan. Terdapat pula menu nasi dan makanan ringan. Spanduk itu juga mencantumkan jam operasional setiap hari mulai pukul 08.00 WIB. Namun saat dipantau, tidak ada tanda-tanda kegiatan usaha berlangsung. Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai keberlanjutan aktivitas ekonomi koperasi setelah resmi dibentuk.

0 Komentar