Lautan Manusia Antar Abah Hasan ke Peristirahatan Terakhir Sosok Teladan Masyarakat

KH Hasanuddin Kriyani
PERISTIRAHATAN TERAKHIR: Ribuan pelayat menghadiri pemakaman KH Hasanuddin Kriyani di Makbaroh Gajah Ngambung, kawasan pemakaman di lingkungan Buntet Pesantren, Kamis (13/8/2026). Foto: Samsul Huda/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID- Jalanan kawasan Pondok Buntet Pesantren, Kamis pagi (13/8/2026), berubah menjadi lautan manusia. Ribuan pelayat dari berbagai penjuru berdatangan, memenuhi jalan dan sudut-sudut pesantren untuk mengiringi pemakaman Sesepuh Buntet Pesantren KH Hasanuddin Kriyani.

Suasana duka terasa begitu kuat. Dari tengah kerumunan, lantunan tahlil dan doa terus menggema. Kalimat Laa ilaha illallah dilantunkan berulang-ulang, mengiringi proses pemakaman di Makbaroh Gajah Ngambung, kawasan pemakaman yang berada di lingkungan Buntet Pesantren.

Momen tersebut menjadi perpisahan terakhir bagi keluarga besar Buntet Pesantren, para santri, ulama dan masyarakat yang selama ini mengenal sosok almarhum. Sejumlah pejabat turut hadir menyampaikan belasungkawa.

Baca Juga:Pahitnya PHK Bank Cirebon, Hikmat Menyambung Hidup dari Kebun dan Kolam IkanDisnaker Beberkan Skema Pembayaran Pesangon dan Hak Karyawan Bank Cirebon

Pada kesempatan itu, Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon KH Wawan Arwani mewakili keluarga dan Buntet Pesantren mengisahkan sosok pamannya tersebut semasa hidupnya yang dekat dengan masjid dan aktif di dunia pendidikan. “KH Hasanuddin Kriyani termasuk sosok yang dekat sekali dengan masjid. Beliau sejak usia 30 tahun giat mengimami jamaah di Masjid Agung Buntet Pesantren hingga di usia sepuhnya,” katanya saat pelepasan jenazah di Masjid Agung Buntet Pesantren.

“Selain kealimannya, beliau juga tokoh dalam dunia pendidikan di Buntet Pesantren,” lanjut anggota Dewan Sepuh Pondok Buntet Pesantren itu.

Sementara itu, Rais Syuriyah PBNU KH Mustofa Aqil Siroj dalam sambutannya juga turut menyampaikan rasa kehilangannya di depan ribuan santri dan jamaah. “Mbah Kiai Hasanuddin termasuk seorang ulama. Dan kita patut bersedih sebab kehilangan ulama. Karena barang siapa yang tidak susah (sedih) sebab kehilangan orang saleh, maka ia seorang yang munafik,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren KHAS Kempek, Cirebon, itu, dilansir dari NU Online.

Setelah proses pelepasan di Masjid Agung Buntet Pesantren, para santri, masyarakat, dan jamaah dari luar kota berbondong-bondong mengiringi almarhum KH Hasanuddin Kriyani menuju peristirahatan terakhirnya di Makbaroh Gajah Ngambung untuk dimakamkan.

Terpisah, Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama SH SIK MH menyebut almarhum KH Hasanuddin Kriyani sebagai sosok yang memiliki keteladanan dalam kehidupan keagamaan dan kemasyarakatan. Hal itu disampaikan Imara saat bertakziah ke rumah duka sesepuh Pondok Buntet Pesantren tersebut pada Rabu malam (12/8/2026).

0 Komentar