RADARCIREBON.ID -Kekeringan mulai berdampak pada sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon hingga Kamis (13/8), telah menyalurkan 24 ribu liter air bersih kepada warga di empat desa.
Bantuan tersebut disalurkan melalui enam kali pengiriman dan telah diterima 1.252 kepala keluarga (KK) atau 3.460 jiwa.
Hal itu diungkapkan Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Syamsul Huda kepada Radar Cirebon, kemarin.
Baca Juga:Lepas Kontingen Ikuti Jamnas XII, Ini Pesan Penting dari Ketua DPRD Cirebon Sebanyak 32 Pelajar Terpilih Kota Cirebon Berangkat ke Jambore Nasional
Lebih lanjut, dikatakan Syamsul Huda, distribusi air bersih akan terus dilakukan untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Kami terus berkomitmen menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan,” ujar Syamsul Huda.
Empat desa yang menjadi sasaran distribusi yakni Desa Slangit Kecamatan Klangenan, Desa Sampiran Kecamatan Talun, Desa Sibubut Kecamatan Gegesik serta Desa Panongan Lor Kecamatan Sedong.
Diungkapkan Syamsul, dari total 24 ribu liter air bersih yang telah disalurkan, Kecamatan Klangenan mendapat alokasi terbesar, yakni 12 ribu liter.
Sementara Kecamatan Talun, Gegesik, dan Sedong masing-masing menerima 4.000 liter.
Penyaluran dilakukan secara bertahap sejak 9 Agustus 2026. Pada 9 dan 10 Agustus, pengiriman masing-masing sebanyak 400 liter.
Volume distribusi kemudian ditingkatkan mulai 11 Agustus menjadi 4.000 liter per hari hingga 13 Agustus.
Berdasarkan data BPBD, Desa Slangit Kecamatan Klangenan, tercatat memiliki 449 KK atau 1.029 jiwa penerima manfaat. Di Desa Sampiran Kecamatan Talun, bantuan diterima 365 KK atau 620 jiwa.
Baca Juga:Krisis Armada, 13 Mobil Damkar Kondisi RusakProyek Strategis Kabupaten Cirebon Telan Rp25 Miliar, Ada Sepuluh Paket Pekerjaan, DPUTR Dapat Porsi Terbanyak
Sementara itu, di Desa Sibubut Kecamatan Gegesik, penerima manfaat mencapai 118 KK atau 761 jiwa.
Adapun Desa Panongan Lor Kecamatan Sedong, tercatat 320 KK atau 1.050 jiwa menerima bantuan air bersih.
Syamsul mengimbau masyarakat menggunakan bantuan air bersih secara bijak dan memprioritaskannya untuk kebutuhan sehari-hari. “Gunakan dengan bijak, sesuai kebutuhan sehari-hari,” pesannya. (den)
