RADARCIREBON.ID – Kesempatan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan untuk meniti jenjang karier kini semakin terbuka lebar. Hingga Juli 2026, sedikitnya 30 jabatan struktural pada level Eselon III dan IV masih belum terisi.
Kondisi ini tidak hanya menjadi tantangan bagi organisasi pemerintahan, tetapi juga membuka peluang promosi bagi ASN yang memiliki kompetensi, rekam jejak, dan kinerja yang baik.
Pengisian jabatan yang kosong tersebut menjadi kebutuhan mendesak guna menjaga stabilitas birokrasi, memperkuat pelayanan publik, serta memastikan roda pemerintahan tetap berjalan optimal. Kekosongan terjadi akibat promosi pejabat ke jenjang yang lebih tinggi maupun karena banyaknya aparatur yang memasuki masa purna bakti.
Baca Juga:Pemkab Kuningan Siapkan SATSET untuk Percepat Pelayanan AdministrasiPrestasi WTP, Gerindra Kuningan Tekankan APBD Berdampak Kepentingan Rakyat
Berdasarkan data Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kuningan, sejumlah posisi strategis yang belum memiliki pejabat definitif di antaranya Kepala Bagian Organisasi, Kepala Bagian Tata Pemerintahan, dan Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda).
Selain itu, jabatan Sekretaris Dinas Kesehatan, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), serta Camat Cibingbin juga masih kosong setelah pejabat sebelumnya memasuki masa pensiun. Kekosongan serupa juga terjadi pada sejumlah jabatan Kepala Bidang, Sekretaris Kecamatan (Sekmat), hingga posisi Eselon IVA dan IVB di berbagai perangkat daerah.
Pemkab Kuningan memastikan proses pengisian jabatan akan tetap mengacu pada sistem Manajemen Talenta (Talent Management). Melalui mekanisme ini, promosi dilakukan berdasarkan kompetensi, potensi, rekam jejak, serta capaian kinerja ASN sehingga penempatan pejabat dapat berlangsung lebih objektif dan profesional.
Kepala BKPSDM Kabupaten Kuningan, Beni Prihayatno, melalui Kepala Bidang Mutasi dan Pengembangan Karier, Tohidin, membenarkan masih banyaknya jabatan yang membutuhkan pejabat definitif.
Menurut Tohidin, terdapat sekitar 30 jabatan Eselon III dan IV yang membutuhkan pejabat baru. Dari jumlah tersebut, tiga jabatan Eselon IIIA berada di lingkungan Setda, sementara tiga lainnya tersebar di Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Saat ini terdapat sekitar 30 jabatan Eselon III dan IV yang masih kosong dan perlu segera diisi. Dari jumlah tersebut, enam jabatan Eselon III berada pada posisi yang cukup strategis, yakni tiga di lingkungan Setda dan tiga lainnya tersebar di sejumlah OPD,” ujar Tohidin.
