RADARCIREBON.ID- Kabupaten Cirebon masuk bursa calon tuan rumah Muktamar NU ke-35. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pun sudah turun survei di tiga pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Cirebon. Yakni, Buntet Pesantren, Ponpes Babakan Ciwaringin, dan Ponpes Kempek.
Kunjungan sekaligus survei pada Sabtu (4/7/2026) ini menjadi bagian dari proses verifikasi sebelum PBNU menetapkan lokasi penyelenggaraan forum tertinggi organisasi tersebut.
Katib Syuriyah PBNU KH Abu Yazid Al-Busthami yang turun langsung ke Cirebon, mengatakan, survei dilakukan secara menyeluruh. Tim tidak hanya melihat kesiapan fasilitas persidangan, tetapi juga menilai akses transportasi, ketersediaan akomodasi, hingga kelancaran mobilitas peserta.
Baca Juga:Melihat Lagi Penataan Ikon Baru Kota Cirebon, Penataan Hilir Kalibaru Masih Menanti AnggaranPemerintah Percepat Digitalisasi Administrasi dan Pelayanan
Menurut dia, Muktamar NU diperkirakan dihadiri sekitar 5.000 hingga 6.000 peserta resmi. Jumlah itu belum termasuk ribuan warga Nahdliyin yang biasanya datang untuk mengikuti berbagai rangkaian kegiatan. “Karena itu, seluruh aspek pendukung harus dipastikan benar-benar siap. Mulai dari transportasi, penginapan, hingga akses menuju lokasi kegiatan,” ujarnya.
Abu Yazid menegaskan, hasil survei belum mengarah pada penetapan satu lokasi tertentu. Tim hanya bertugas menginventarisasi kondisi di lapangan sebelum seluruh hasilnya dibahas panitia pusat. “Kami hanya melakukan survei dan menyampaikan hasilnya apa adanya. Keputusan akhir akan ditentukan melalui pembahasan di tingkat panitia pusat,” katanya.
Meski demikian, dari hasil peninjauan sementara, Pondok Buntet Pesantren dinilai memiliki sejumlah fasilitas yang memenuhi kebutuhan penyelenggaraan muktamar. Di antaranya, gedung berkapasitas besar untuk sidang pleno, serta lapangan luas yang selama ini telah beberapa kali digunakan untuk kegiatan berskala nasional.
“Kalau kapasitas gedung masih perlu ditambah, tersedia lapangan yang sudah sering dipakai untuk acara besar, termasuk pernah menjadi lokasi kegiatan yang dihadiri wakil presiden,” jelasnya.
Sementara itu, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon KH Wawan Arwani menyatakan pihaknya siap apabila daerahnya dipercaya menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-35. Menurut dia, tiga pesantren yang disurvei memiliki kapasitas untuk mendukung pelaksanaan kegiatan berskala nasional tersebut.
“Kami siap jika Cirebon ditunjuk menjadi tuan rumah. Ada tiga pesantren yang menjadi alternatif lokasi. Ada Buntet, Kempek, dan Babakan Ciwaringin. Insya Allah semuanya siap,” ujarnya.
