Fase Krusial setelah SMPB Tahun 2026, Tak Ada Atribut Aneh, Tak Ada Bullying

Fase Krusial setelah SMPB Tahun 2026
SOAL MPLS: Kabid Pengelolaan Pendidikan Dasar Disdik Kota Cirebon Dr Ade Cahyaningsih SPd MPd menegaskan bahwa MPLS wajib diisi dengan penguatan ekosistem sekolah yang aman-nyaman serta pengenalan fasilitas fisik sekolah, profil guru, hingga tenaga kependidikan. Foto: Ade Gustiana/Radar Cirebon
0 Komentar

Pada Rabu (8/7/2026) kemarin, seluruh mentor dan panitia OSIS telah melewati fase briefing dan pembekalan akhir terkait batas-batas perilaku. “Tutor sebaya adalah metode di mana siswa yang telah mendapatkan pelatihan terlebih dahulu akan berbagi pengetahuan kepada teman-temannya. Kami ingin memastikan tidak ada lagi pola-pola lama yang membuat siswa tertekan,” ujar Asito.

Selain isu narkoba, kurikulum lokal mengenai pelestarian lingkungan hidup turut disisipkan melalui capaian prestasi sekolah yang baru menyabet Juara 1 lomba video kebersihan tingkat kota. Komposisi kepanitiaan MPLS di sekolah ini menempatkan 80 persen peran aktif pada OSIS dan MPK. Terkait lini masa, manajemen SMPN 5 telah menggeser jadwal agar hari Sabtu dan Minggu tetap steril dari aktivitas sekolah.

Di sisi lain, SMP Negeri 2 Kota Cirebon yang baru akan memulai agenda inti MPLS pada Senin (13/7/2026) depan, juga memperkuat bobot materi dengan mengandalkan jaringan kemitraan eksternal sejak dini. Selain menjalin koordinasi materi zat adiktif bersama BNN, sekolah ini menjadwalkan kehadiran pakar psikologi dan praktisi kesehatan mental.

Baca Juga:Banyak Kepala Daerah Kena OTT KPK, Rekrutmen Calon Perlu Dirombak dan Parpol Harus SelektifHaji Sudah Beres, Tiga Warga Cirebon Masih di Saudi Belum Diizinkan Pulang

“Kami sudah menghubungi pihak BNN untuk memberikan materi terkait bahaya narkotika. Selain itu, kami berencana mengundang narasumber di bidang psikologi atau kesehatan mental,” tutur Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMPN 2, Sofwan Syaefurrijal kepada Radar Cirebon.

Fleksibilitas dalam manajemen waktu dan apresiasi bakat ini menjadi benang merah pelaksanaan tahun ini. Di SMP Negeri 11 Kota Cirebon, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Eulis Henda Nugraha, menjelaskan skenario pasca-SPMB langsung diarahkan pada rancangan unjuk bakat yang terjadwal mulai hari Kamis (9/7) ini, serta dilanjutkan pada 10, 13, 14, dan 15 Juli 2026.

Pada hari penutupan di masing-masing sekolah, seluruh panitia sepakat mengedepankan panggung ekspresi kelompok. Langkah unjuk kreativitas dan demonstrasi ekstrakurikuler -mulai dari pionering Pramuka hingga seni tari kontemporer- dijadikan instrumen utama untuk mengukur minat, bakat, sekaligus memastikan kenyamanan psikologis anak sejak hari pertama sekolah. (*)

0 Komentar